Diduga Cerai Karena Politik, akankah Sosok mantan istri Prabowo Titiek Soeharto Jadi Ibu Negara?

0
155
Foto: Prabowo Subianto dan mantan istrinya, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto beserta putra tunggal mereka Didit Prabowo berfoto bersama dalam satu momen beberapa waktu lalu (Twitter @TututSoeharto49) © Disediakan oleh Tribun-Medan.com
Pewarta: Arie I Editor: Ct80 I Kamis 15-02-2024
BERITA-Pemilu
NASIONAL,Jakarta -swaraproletar.id- Inilah sosok Titiek Soeharto, mantan istri Prabowo Subianto yang adalah putri Presiden Soeharto.
Keduanya diduga cerai karena alasan politik.
Melihat hasil sementara Quick Count yang menunjukkan Prabowo-Gibran unggul, mungkinkah Titiek Soeharto akan menjadi ibu negara?
Titiek Soeharto memiliki nama lengkap Siti Hediati Hariyadi.
Titiek Soeharto adalah putri keempat dari Presiden ke-2 RI, Soeharto.
Titiek Soeharto menikah dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto pada Mei 1983.
Dari pernikahan tersebut, Prabowo dan Titiek Soeharto dikaruniai putra semata wayang bernama Ragowo Hediprasetyo atau kerap disapa Didit Prabowo.
Sayang, kisah cinta Prabowo dan Titiek Soeharto harus usai pada Mei 1998 atau 15 tahun setelah menjalani mahligai pernikahan.
Santer dikabarkan, dasar perceraian keduanya bukan karena terkait permasalahan rumah tangga.
Namun karena memburuknya hubungan keluarga yang dibumbui dengan isu politik.
Titiek lahir di Semarang pada 14 April 1959, tepatnya saat sang ayah masih menjabat sebagai Panglima TT-IV/Diponegoro.
Ia menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Sejak muda, Titiek aktif dalam berorganisasi.
Dirinya tercatat pernah menjadi anggota Yayasan Purna Bhakti Pertiwi.
Titiek Soeharto juga pernah menjabat sebagai ketua dalam Yayasan Seni Indonesia dan Ketua Umum Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI).
Ibu satu anak ini berprofesi sebagai aktivis dan entrepreneur.
Selain itu, Titiek juga mengikuti jejak sang ayah terjun ke ranah politik.
Pada Pimilu 2014, ia terpilih sebagai DPR dari Partai Golkar periode 2014-2019.
Namun, pada tahun 2018, Titiek memutuskan untuk mengundurkan diri dari Golkar dan bergabung dengan partai milik adiknya, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, yakni Partai Berkarya.
Alasan Titiek berpindah partai adalah karena masalah kondisi rakyat yang memprihatinkan.
Ia ingin lebih memperjuangkannya bersama partai Berkarya.
Namun pada tahun 2023, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto resmi melantik mantan istrinya itu, dan mantan Ketua PSSI Komjen (Purn) Mochammad Iriawan (Iwan Bule) menjadi Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.
Titiek Soeharto dan Iwan Bule hadir langsung dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Gerindra di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, pada Jumat (15/12/2023).
“Di Rakornas kali ini, Pak Prabowo secara resmi melantik mereka,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rahayu Sarawati saat dimintai konfirmasi, Jumat.
Sering Diminta Rujuk
Hingga kini, Titiek Soeharto sering diminta rujuk dengan Prabowo Subianto.
Apalagi keduanya masih sama-sama sendiri selepas bercerai.
Belum lagi, Titiek Soeharto selalu mendukung Prabowo Subianto dalam karier politiknya.
Beberapa kali, Titiek Soeharto bereaksi soal diminta rujuk dengan Prabowo Subianto.
Pada kampanye akbar di Solo, Jawa Tengah, Rabu (10/4/2019) lalu, Titiek Soeharto diteriaki massa pendukung Prabowo-Sandi.
Massa pendukung bersorak dan berteriak, meminta Titiek rujuk dengan Prabowo.
Tampak dalam tayangan live kampanye akbar Prabowo di saluran YouTube Digdaya TV, awalnya Titiek menyampaikan orasinya di atas panggung.
Dalam orasinya itu, Titiek meminta para pendukung Prabowo-Sandi di Solo berjuang bersama memenangkan pasangan calon nomor urut 02.
“Perjuangan ini bukan untuk Pak Prabowo dan Sandi. Beliau sudah cukup. Kita semua yang ada di sini sudah cukup. Perjuangan ini adalah untuk bangsa Indonesia. Agar kita bisa maju, negara berdaulat. Nggak malu-maluin sama tetangga,” kata Titiek.
“Mudah-mudahan tahun 2019 ke atas kita menjadi bangsa yang bangga terhadap bangsanya sendiri,” sambung dia.
Titiek kemudian menyampaikan salam, berniat mengakhiri orasinya.
Namun terdengar teriakan massa, “rujuk, rujuk, rujuk.”
Titiek tampak tersenyum dan memegang telinganya, seolah menunjukkan bahwa dirinya sedang mendengarkan teriakan tersebut.
Namun, ia juga langsung menutup kedua telinganya.
“Nggak dengar, nggak dengar, nggak dengar,” kata Titiek sambil tertawa.
Teriakan tersebut masih terus terdengar di antara massa.
“Insya Allah kita …,” kata Titiek sambil tertawa.
Ia tak menyelesaikan kalimatnya.
“Tunggu, insya Allah kita menang,” Titiek lantas melengkapi kalimatnya.
Namun, para pendukung tampaknya masih tak puas pada jawaban Titiek.
“Rujuk, rujuk,” massa masih berteriak.
“Apa?” tanya Titiek.
“Rujuk,” jawab massa.
“Insyaallah,” Titiek membalas.
“Pokoknya kita semua kerja bersama untuk Indonesia yang adil dan makmur dan sejahtera,” imbuh dia, melansir dari BangkaPos.
Kisah Cinta Prabowo Subianto dan Titiek Soeharto
Melansir dari Kompas.com, hubungan Prabowo Subianto dan Titiek Soeharto berawal dari sebuah perkenalan.
Titiek Soeharto merupakan murid dari Sumitro Djojohadikusumo, ayah Prabowo Subianto.
Dari pertemuan inilah akhirnya Prabowo dan Titiek Soeharto menjalani sebuah hubungan romantis.
Mengetahui sang putra berpacaran dengan Titiek Soeharto, Sumitro berpesan kepada anaknya untuk serius dalam menjalani hubungannya.
Pada akhirnya, Prabowo Subianto dan Titiek Soeharto menikah pada Mei 1983.
Dari pernikahan ini, mereka dianugerahi seorang putra semata wayang bernama Ragowo Hediprasetyo atau yang akrab disapa Didit Prabowo.
Sayangnya, pernikahan Prabowo dan Titiek hanya bertahan 15 tahun. Mereka memutuskan bercerai pada Mei 1998.
Usut punya usut, perceraian keduanya disebabkan oleh memburuknya hubungan keluarga yang dibumbui oleh isu politik.
Sebab, berdasarkan dari isu yang beredar, Prabowo Subianto dituding mengkhianati Soeharto, sang mertua.
Seperti yang tercatat dalam sejarah, pada Mei 1998, kerusuhan besar-besaran terjadi.
Bahkan, Prabowo Subianto juga dituding membiarkan para mahasiswa menduduki Gedung MPR/DPR dalam rangkaian Kerusuhan Mei 1998 yang terjadi.
Disebutkan bahwa pada saat itu Titiek Soeharto hanya menangis melihat sang suami dituduh mengkhianati Soeharto.
Namun, terlepas dari berbagai kabar burung yang beredar, tidak dapat dipastikan secara pasti apa penyebab perceraian antara Prabowo Subianto dan Titiek Soeharto.
Tudingan yang dilemparkan kepada Prabowo pada 1998 juga belum terbukti benar atau salahnya.
Setelah kurang lebih 25 tahun berlalu, baik Prabowo dan Titiek Soeharto, masih terus menjalani hubungan silaturahmi dengan baik.
Bahkan, mereka masih kerap tampil bersamaan dalam sebuah acara yang membuat keduanya kerap diterpa isu rujuk.
Menariknya lagi, selama 25 tahun pasca bercerai, Prabowo atau Titiek Soeharto terlihat tidak mencari pasangan baru.
(Sumber: Tribun-Medan.com)
By Redaksi: swaraproletar.id@merahmerdeka
Artikulli paraprakRespon Wiranto lihat Prabowo-Gibran Diprediksi Menang Satu Putaran di Pilpres 2024
Artikulli tjetërPengamat ingatkan, Jika Kubu Anies dan Ganjar Bertekad Lakukan Perlawanan Hasil Pemilu

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini