Hezbollah Peringatkan Israel untuk Hentikan Agresi, jika Tidak…

0
58
Foto: Sheikh-Naim-Qassem-adalah-wakil-pemimpin-Hezbollah.png
Pewarta: Arie I Editor: Ct80 I Minggu 21-01-2024
BERITA-Konflik
DUNIA, Beirut– swaraproletar.id- Seorang pejabat tinggi dari kelompok militan Hezbollah Lebanon pada Jumat (19/1/2024) mengancam Israel jika sampai memperluas konflik di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel.
Sejak serangan Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober lalu, hampir setiap hari terjadi baku tembak antara tentara Israel dan Hezbollah, sekutu militan Palestina.
Israel telah berulang kali membombardir desa-desa perbatasan, dengan kekerasan yang menewaskan lebih dari 195 orang di Lebanon, termasuk sedikitnya 142 pejuang Hezbollah.
Di pihak Israel, sebanyak 15 orang dilaporkan telah terbunuh, di mana sembilan di antaranya adalah tentara dan enam warga sipil.
“Jika Israel memutuskan untuk memperluas agresinya, mereka akan menerima tamparan keras di wajahnya,” kata orang nomor dua Hezbollah, Naim Qassem, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP.
Ia menekankan, bahwa pemulihan stabilitas di perbatasan bergantung pada berakhirnya agresi di Gaza.
“Musuh harus tahu bahwa pihak kami sudah siap, bahwa kami bersiap berdasarkan prinsip bahwa agresi yang tak berujung dapat terjadi, seperti halnya keinginan kami untuk memukul mundur agresi yang tak terbatas,” tambah Qassem.
Pernyataannya muncul setelah serangan udara Israel dilaporkan menghancurkan setidaknya tiga rumah di Lebanon selatan pada Jumat.
Kantor berita resmi Lebanon NNA melaporkan, empat rumah menjadi sasaran oleh angkatan udara Israel di Kfar Kila, sebuah desa di dekat perbatasan Israel-Lebanon, sementara tiga rumah lainnya “hancur total”.
“Rumah kelima juga menjadi sasaran tembakan artileri,” ungkap NNA.
Militer Israel mengatakan pada Jumat bahwa mereka telah melakukan serangan udara dan melakukan tembakan artileri dan tank terhadap pos-pos pengamatan Hezbollah dan infrastruktur mereka di sektor Kfar Kila.
“Ada sekitar 100 penduduk yang tersisa di Kfar Kila, tetapi secara kebetulan, ketika pengeboman terjadi, rumah-rumah yang hancur dalam keadaan kosong,” kata walikota tempat desa tersebut, Hassan Chite, kepada AFP.
Pada Jumat sore, Hezbollah mengeklaim melakukan tiga serangan, termasuk dua serangan terhadap pengerahan tentara Israel di perbatasan yang dapat membawa muatan peledak besar.
“Israel tidak siap untuk berperang melawan apa yang dimiliki oleh perlawanan Islam di Lebanon,” kata Mohamed Raad, kepala blok parlemen militan Islam, Jumat, menurut NNA.
Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan kepada para prajurit pada Jumat bahwa Israel siap untuk “mencapai keamanan dengan kekerasan” di perbatasan utara dengan Lebanon.
“Selama perang berlanjut di selatan, akan ada perang di utara. Namun kami tidak akan menerima situasi ini untuk waktu yang lama,” katanya.
“Akan ada saatnya jika kita tidak mencapai kesepakatan di mana Hezbollah menghormati hak penduduk untuk tinggal di sini dengan aman, kita harus mencapai keamanan dengan paksa,” tambah Yoav.
(Sumber:Kompas.com)
By Redaksi:swaraproletar.id@merahmerdeka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here