Taukah kamu  siapakah pemilik dua stasiun Tv terbesar Metro Tv dan TV One? Ini informasinya

0
97
Foto: Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Terjawab sudah Metro TV punya siapa dan tvOne milik siapa, cek informasi terbaru.(Sumber: Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan) © Disediakan oleh TribunKaltim.co
Pewarta: Arie I Editor: Ct80 I Kamis 18-01-2024
BERITA: Pendidikan
NASIONAL, Jakarta– swaraproletar.id- Terjawab sudah Metro TV punya siapa dan tvOne milik siapa, cek informasi terbaru.
Ulasan seputar Metro TV punya siapa dan tvOne milik siapa sedang menjadi sorotan saat ini.
Dikutip dari Wikipedia, pemilik Metro TV adalah Surya Paloh dan pemilik tvOne adalah Grup Bakrie melalui PT Visi Media Asia Tbk.
Lalu seperti apa perjalanan kedua stasiun televisi tersebut dan sosok pemiliknya? simak ulasannya seperti dilansir BangkaPos.com di artikel berjudul Profil Surya Paloh Ketua Umum Partai NasDem, Miliki Usaha Pers yang Sangat Dikenal Masyarakat dan sumber lainnya.
Dr. (H.C.) Drs. H. Surya Dharma Paloh yang lahir 16 Juli 1951 adalah politikus Indonesia dan pengusaha media massa sebagai pimpinan Media Group yang memiliki Harian Media Indonesia, Lampung Post, dan Stasiun Televisi MetroTV.
Dia aktif dalam politik dan sekarang menjabat sebagai Ketua Umum Partai Nasional Demokrat.
Dia adalah mantan Ketua Dewan Penasihat Partai Golongan Karya (Golkar) periode 2004-2009.
Ia juga pendiri ormas Nasional Demokrat, yang kemudian dianggap sebagai penerus Partai Nasdem (Partai Nasional Demokrat).
Ia lahir dari pasangan Daud Paloh dan Nursiah Paloh.
Profil Surya Paloh
Nama Surya Paloh memang tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia.
Dia merupakan Ketua Umum Partai NasDem yang saat ini masih dijabatnya.
Selain menjadi ketua umum, Surya Paloh memiliki usaha pers yang sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia yakni Metro TV.
Selain itu dia memiliki media lainnya yaitu Harian Atjeh Post dan Mingguan Peristiwa di Aceh, Harian Mimbar Umum di Medan.
Serta Harian Sumatra Ekspres di Palembang, Harian Lampung Pos di Bandar Lampung, Harian Gala di Bandung, Harian Yoga Pos di Yogyakarta, Harian Nusa Tenggara dan Bali News di Denpasar, Harian Dinamika Berita di Pemimpin Perang BanjarBanjarmasin, serta Harian Cahaya Siang di Manado.
Awalnya sejak tahun 1973 bersama kakak iparnya Jusuf Gading, Surya dipercaya sebagai Direktur Utama PT Ika Diesel Bros untuk menjalankan usaha distributor mobil Ford dan Volkswagen, di Medan.
Dari situ kariernya meningkat dan cemerlang.
Melansir Tribunnews.com, pada 1975, ia ditunjuk pula menjadi kuasa usaha Direksi Hotel Ika Darroy, terletak di Banda Aceh, merangkap sebagai Direktur Link Up Coy, Singapura, yang bergerak di bidang perdagangan umum.
Surya Paloh kemudian mendirikan Surat Kabar Harian Prioritas pada 2 Mei 1986.
Awalnya, koran yang dicetak berwarna ini, laku keras.
Akrab dengan pembacanya yang begitu luas sampai ke daerah-daerah.
Namun, surat kabar harian itu tidak berumur panjang, karena keburu dicabut SIUPP-nya oleh pemerintah.
Saat itu, isinya dianggap kurang sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik Indonesia.
Kendati bidang usaha penerbitan pers mempunyai risiko tinggi, bagi Surya Paloh, bidang itu tetap merupakan lahan bisnis yang menarik.
Ia memohon SIUPP baru, namun, setelah dua tahun tak juga keluar.
Minatnya di bisnis pers tak bisa dihalangi, ia pun kerjasama dengan Achmad Taufik Menghidupkan kembali Majalah Vista.
Pada 1989, Surya Paloh bekerja sama dengan Drs T Yously Syah mengelola koran Media Indonesia.
Kemajuan koran ini, menyebabkan Surya Paloh makin bersemangat untuk melakukan ekspansi ke berbagai media di daerah.
Disamping Media Indonesia dan Vista yang terbit di Jakarta, Surya Paloh bekerjasama menerbitkan sepuluh penerbitan di daerah.
Pada 18 November 2000, Surya Paloh mengundang Presiden Abdurrahman Wahid untuk meresmikan pendirian Metro TV sebagai sebuah stasiun televisi berita pertama di Indonesia.
Lambang kepala burung rajawali putih mulai muncul pada dua entitas media yang berpengaruh miliknya, koran Media Indonesia dan stasiun televisi Metro TV.
Seminggu kemudian tepatnya pada 25 November 2000 Metro TV mulai mengudara pertama kali, menyajikan siaran berita selama 18 jam setiap hari dengan dukungan teknologi yang fully digital.
Kemudian, pada 1 April 2001 Metro TV siaran non-stop selama 24 jam setiap hari.
Pemilik nama lengkap Surya Dharma Paloh atau dikenal dengan Surya Paloh, lahir di Kutaraja Banda Aceh, 16 Juli 1951.
Anak dari pasangan Muhammad Daud Paloh dan Nursiah Paloh ini besar dan tumbuh di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.
Lantaran kegiatan politiknya yang meningkat, ia memutuskan pindah ke Jakarta saat menjadi anggota MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat).
Surya Paloh juga pernah menjadi Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar periode 2004-2009.
Hingga kemudian mendirikan ormas Nasional Demokrat, yang kemudian dianggap sebagai penerus Partai NasDem (Partai Nasional Demokrat).
Surya Paloh menikah dengan Rosita Barrcak dan di karuniai anak bernama Prananda Surya Paloh.
Prananda sekarang aktif di bidang politik mengikuti jejak ayahnya.
Lulus SMA Surya melanjutkan studinya di jenjang kuliah pada Fakultas Hukum, Universitas Sumatera Utara.
Namun, kuliahnya tidak lancar dan tidak selesai.
Kemudian melanjutkan kembali di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Islam Sumatra Utara, Medan.
Semasa kuliah, dia sangat terkenal karena aktif organiasasi.
Surya Paloh membuat organisasi massa yang sama-sama menentang kebijakan salah dari pemerintahan Orde Lama.
Ia menjadi salah seorang pimpinan Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI).
Setelah KAPPI bubar, ia menjadi Koordinator Pemuda dan Pelajar pada Sekretariat Bersama Golkar.
Baca juga: Cak Imin Kirim Maaf Buat Demokrat dan AHY, Cawapres Anies Bocorkan Isi Pembicaraan Sama Surya Paloh
Beberapa tahun kemudian, Surya Paloh mendirikan Organisasi Putra-Putri ABRI (PP-ABRI).
Setelah itu, ia menjadi pimpinan PP-ABRI Sumatra Utara.
Di organisasi ini, pada 1978, didirikannya bersama anak ABRI yang lain, di tingkat pusat Jakarta, yaitu bernama Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI).
Tentang tvOne
tvOne adalah sebuah jaringan televisi swasta nasional di Indonesia yang berfokus pada konten berita.
Berawal dari penggunaan nama Lativi, jaringan televisi ini diluncurkan pada tanggal 30 Juli 2002 dan awalnya dimiliki oleh ALatief Corporation, milik pengusaha Abdul Latief.
Sempat dikenal dengan programnya yang berbasis klenik, erotisme, berita kriminalitas dan beberapa hiburan ringan lainnya, sejak tahun 2007, saham mayoritas dan pengelolaan Lativi tidak lagi dikuasai oleh Latief.
Pada tanggal 14 Februari 2008 pukul 19.30 WIB, Lativi secara resmi berganti nama menjadi tvOne, dengan komposisi program 70persen berita, sisanya gabungan program olahraga dan hiburan.
Direktur Utama tvOne saat ini adalah Ahmad R. Widarmana, dan kepemilikannya kini berada di bawah Grup Bakrie (melalui PT Visi Media Asia Tbk) yang juga memiliki jaringan televisi antv.
Menurut sebuah laporan yang dikeluarkan Reuters Institute for the Study of Journalism dan Universitas Oxford pada tahun 2021, jaringan televisi tvOne merupakan media yang paling banyak diakses oleh masyarakat Indonesia, dengan 53persen responden mengaku mengaksesnya.
(Sumber: TribunKaltim.co)
By Redaksi:swaraproletar.id@merahmerdeka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here