Mengenal Profil tiga Ketua umum Partai pengusung Capres dan Cawapres R-I 2024

0
286
Foto: Megawati-Prabowo-Surya Paloh / Ketum PDI-P- Ketum Gerindra - Ketum Nasdem (dok: SP.id)
Pewarta: Arie I Editor: Ct80 I Kamis 18-01-2024
PROFIL: Kandidat
NASIONAL, Jakarta– swaraproletar.id- Tak kenal maka tak sayang, demikian pepatah lama mengingatkan kita betapa pentingnya mengenal lebih jauh orang-orang disekeliling kita.
Demikian juga dengan moment Pilpres yang hanya tinggal menghitung hari untuk membawa kita menuju kebilik suara.
Tiga pasang kandidat putra terbaik bangsa akan bersaing merebut kursi panas RI-1 menuju istana, Namun tau kah kita?, Menghantarkan mereka sehingga menjadi kontestan Pilpres saat ini terdapat orang-orang hebat yang piawai bermain strategi, untuk menilai yang terbaik sehingga mereka dipercaya untuk menerima Amanah tersebut.
Mereka orang hebat, selain memutar otak untuk memilih yang terbaik dari yang baik, ia juga menyiapkan perangkat kelengkapan sang kandidat mulai dari strategi, pendanaan hingga ke perahu tumpangan..
Mereka adalah pemilik partai pengusung sang kandidat. Inilah tiga nama pengambil kebijakan untuk menentukan siapa yang akan bertarung, kenapa sosok-sosok ini menjadi penting untuk diketahui? Sebab peran mereka bukan hanya hari ini, Tapi juga nanti ketika sang kandidat yang diusung menang dalam perebutan kekuasaan.
Tigan nama tersebut yakni, Surya Paloh Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Megawati Soekarno Poetri Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P), dan Prabowo Subianto Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (gerindra). Dan inilah profilnya.
Foto: Prabowo Subianto Ketua Umum Partai Gerindra
  1. Prabowo Subianto: (Mengusung Prabowo Subianto dan Gibran)
  • Nama: Prabowo Subianto Djojohadikusumo
  • Lahir: Jakarta, 17 Oktober 1951
  • Partai: Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
Kehidupan awal
Prabowo merupakan anak ketiga dan putra pertama dari bapaknya Soemitro Djojohadikusumo yang berasal dari Kebumen, Jawa Tengah dan ibunya Dora Marie Sigar, yang lebih dikenal sebagai Dora Soemitro berdarah Minahasa, yang berasal dari keluarga Maengkom di Langowan, Sulawesi Utara.
Ayahnya merupakan seorang pakar ekonomi dan politisi Partai Sosialis Indonesia yang pada saat itu baru saja selesai menjabat sebagai Menteri Perindustrian di Kabinet Natsir.
Prabowo menyelesaikan pendidikan menengahnya di Victoria Institution di Kuala Lumpur, Malaysia; Zurich International School di Zurich, Swiss; dan The American School di London, Inggris.
Baru setelah kejatuhan Soekarno dan naiknya Soeharto, keluarga Soemitro kembali ke Indonesia, dan Prabowo masuk ke AKABRI di Magelang, Jawa Tengah. Karena pengalaman sering diluar negeri, Prabowo Subianto fasih berbahasa Indonesia, Prancis, Jerman, Inggris, dan bahasa Belanda.
Karier militer:
Prabowo mengawali karier militernya di TNI Angkatan Darat pada tahun 1974 sebagai seorang Letnan Dua setelah lulus dari AKABRI Darat di Magelang.
Prajurit Kopassus
Dari tahun 1976 hingga 1985, Prabowo bertugas di Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha), pasukan khusus Angkatan Darat pada saat itu.
Komandan Batalyon Infranteri Lintas Udara 328
Pada tahun 1985, Prabowo menjadi wakil komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328
Kembali ke Kopassus
Pada tahun 1993, Prabowo kembali ke pasukan khusus, yang kini dinamai Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Ia diangkat menjadi komandan Grup 3/Sandhi Yudha, salah satu komando kontra-insurjensi Kopassus. Ia seterusnya menjabat sebagai wakil komandan komando dan komandan komando, di bawah kepemimpinan Brigadir Jenderal Agum Gumelar dan Brigadir Jenderal Subagyo Hadi Siswoyo.
Komandan Jenderal Kopassus
Pada bulan Desember 1995, Prabowo diangkat sebagai komandan jenderal Kopassus dengan pangkat mayor jenderal.
Prabowo mendampingi misi ekspedisi Everest.
Pada 26 April 1997, tim pendaki Indonesia yang terdiri atas anggota Kopassus, Wanadri, FPTI, dan Mapala UI berhasil menaklukkan puncak Gunung Everest, gunung tertinggi di dunia, dan mengibarkan bendera Merah Putih di sana.
Panglima Kostrad
Pada 20 Maret 1998, Prabowo diangkat menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat.
Tanda Kehormatan Militer
Sebagai perwira TNI Angkatan Darat, Prabowo menerima tanda-tanda kehormatan berikut:
  • Army Aviation (US Army)
  • GSG 9 Badge (Germany)
  • Military Freefall Parachutist Badge (US Army)
  • Master Parachutist Badge (US Army)
  • Pathfinder Badge (US Army)
  • Brevet
  • Brevet Kualifikasi Komando Kopassus
  • Brevet Free Fall
  • Brevet Brevet Para Utama
  • Bintang
  • Bintang Yudha Dharma Utama
  • Bintang Kartika Eka Paksi Utama
  • Bintang Jalasena Utama
  • Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama
  • Bintang Kartika Eka Paksi Pratama
  • Bintang Yudha Dharma Narary
  • Bintang Kartika Eka Paksi Nararya
  • Satyalancana
  • Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun
  • Satyalancana G.O.M VI
  • Satyalancana Dwidya Sistha
  • Satyalancana G.O.M IX Raksaka Dharma (Ulangan I)
  • Satyalancana Seroja (Ulangan II)
  • Satyalancana Wira Karya
  • Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia
  • Grand Cordon of the Order of Military Merit Yordania
  • Knight of the Royal Order of Sahametrei – Kamboja
  • Commander of the National Order of Merit – Prancis
  • Darjah Gemilang Seri Melaka (D.G.S.M.) – Melaka
  • Darjah Utama Bakti Cemerlang (Tentera) (D.U.B.C.) – Singapura
  • Brevet
  • Brevet Kualifikasi Penanggulangan Teror (Gultor) Brevet Kehormatan
  • Brevet Hidro-Oseanografi/Surveyor “A” (2021)
  • Brevet Trimedia Intai Amfibi Korps Marinir (2023)
  • Brevet Anti-Teror Aspek Laut (2023)
  • Wing Penerbang TNI AU Kelas I (2023)
  • Brevet Komando Kopasgat (2023)
  • Brevet Pengendali Tempur (Dalpur) Kopasgat (2023)
  • Brevet Anti-Teror Aspek Udara (2023)
Karier politik
Pemilihan umum presiden 2004
Prabowo memulai kembali karier politiknya dengan mencalonkan diri sebagai calon presiden dari Partai Golkar pada Konvesi Capres Golkar 2004.
Meski lolos sampai putaran akhir, akhirnya Prabowo kandas di tengah jalan. Ia kalah suara oleh Wiranto.
Pendirian dan Kiprah Partai Gerindra
Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto berbicara di hadapan 12.000 kader di SICC, Sentul, Jawa Barat.
Prabowo, bersama adiknya Hashim Djojohadikusumo, mantan aktivis mahasiswa Fadli Zon dan mantan Deputi V Badan Intelijen Negara Bidang Penggalangan Muchdi Purwoprandjono serta sederetan nama lainnya mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya atau Partai Gerindra pada tanggal 6 Februari 2008. Ia menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Pemilihan Umum 2009
Partai Gerindra meraih 4.646.406 suara (4,46%) dan menempatkan 26 orang wakilnya di DPR RI pada Pemilu legislatif Indonesia tahun 2009.
Pemiihan Umum 2014
Partai Gerindra meraih 14.760.371 suara (11,81%) dan menempatkan 73 orang wakilnya di DPR RI pada Pemilihan umum legislatif Indonesia 2014.
Pemiihan Umum 2019
Partai Gerindra meraih 17.594.839 suara (12,57%) dan menempatkan 78 orang wakilnya di DPR RI pada Pemilihan umum legislatif Indonesia 2019.
Pemilihan umum presiden 2009
Pada 9 Mei 2008, Partai Gerindra menyatakan keinginannya untuk mencalonkan Prabowo menjadi calon presiden pada Pemilu 2009.
Namun, setelah proses tawar menawar yang alot, akhirnya Prabowo bersedia menjadi calon wakil presiden Megawati Soekarnoputri. Prabowo dan Megawati menandantangani Perjanjian Batu Tulis.
Pemilihan umum presiden 2014
Pada tanggal 17 Maret 2012, Prabowo menerima mandat dari 33 Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra untuk maju pada pemilihan presiden 2014.
Pemilihan Umum Presiden 2019
Di Pilpres 2019, Prabowo maju bersama Sandiaga Uno dan Kembali kalah oleh pasangan Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin.
Pada tanggal 13 Agustus 2022, Prabowo menandatangani kontrak koalisi dengan PKB
Menteri Pertahanan
Pelantikan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju.
Prabowo bergabung dengan Pemerintahan di tahun 2019 sebagai Menteri Pertahanan Indonesia di Kabinet Indonesia Maju pimpinan Presiden Joko Widodo.
Karya tulis
  • Subianto, Prabowo (1998). Komando:
  • Mengabdi Kepada Negara dan Bangsa.
  • Subianto, Prabowo (2004). Kembalikan Indonesia:
  • Haluan Baru Keluar dari Kemelut Bangsa.
  • Subianto, Prabowo (2009).
  • Membangun Kembali Indonesia Raya:
  • Haluan Baru Menuju Kemakmuran.
  • Institut Garuda Nusantara.
  • Subianto, Prabowo (2013).
  • Surat untuk sahabat.
  • Subianto, Prabowo (2017).
  • Paradoks Indonesia. Jakarta:
  • Koperasi Garudayaksa Nusantara.
  • Subianto, Prabowo (2021).
  • Kepemimpinan Militer.
  • Subianto, Prabowo (2022).
  • Kepemimpinan Militer. 1.
  • Subianto, Prabowo (2022).
  • Kepemimpinan Militer. 2.
  • Subianto, Prabowo (2021).
  • Paradoks Indonesia dan Solusinya.
Foto: Surya Paloh, Ketua Umum Partai Nasdem
  1. Surya Paloh: (Mengusung Anis Baswedan dan Muhaimin Iskandar)
  • Nama: Dr. (H.C.) Drs. H. Surya Dharma Paloh
  • Tanggal Lahir: 16 Juli 1951
  • Partai: Nasdem
Karier:
Politik:
  • Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dua periode sejak 1977 hingga 1987
  • Ketua dan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia
  • Ketua dan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia
  • Ketua Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) Anak Cabang Dolok Batu/Serbelawan pada 1965
  • Ketua KAPPI Kotamadya Medan pada 1968.
  • Pendiri Organisasi Putra-Putri ABRI (PP-ABRI),
  • Ketua Umum PP-ABRI Sumatera Utara.
  • Pendiri Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI).
Pengusaha:
  • Direktur Utama PT Ika Diesel Bros
  • Kuasa usaha direksi Hotel Ika Darroy,
  • Direktur Link Up Coy, Singapura,
  • Pendiri surat mabar Harian Prioritas pada 2 Mei 1986.
  • Pendiri majalah Vista.
  • Pendiri Koran Media Indonesia.
  • Pendiri stasiun Metro TV
Penghargaan
  • Penganugerahan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (HC) dalam bidang sosiologi politik dari Universitas Brawijaya tahun 2022
  • Lencana Bintang Astha Hannas 2019
  • Anugerah Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Republik Indonesia 2015
  • Gelar Honorary Profesorship (Profesor Kehormatan) dari Beijing Foreign Studies University, Beijing, Cina, pada Rabu, 10 September 2014.
Foto: Mega Wati Soekarno Poetri, Ketua Umum Partai Demokrasi Indnesia perjuangan (PDI-P)
  1. MEGAWATI SOEKARNO POETRI: (Mengusung Ganjar Pranowo dan Mahmud MD)
  • Nama: Prof. Dr. (H.C.) Hj. Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri
  • Lahir: 23 Januari 1947
  • Partai: PDI-P
Karier:
Presiden Indonesia yang kelima sejak 23 Juli 2001 sampai 20 Oktober 2004.
ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)
Kehidupan awal dan pendidikan
Megawati lahir di Yogyakarta dari pasangan Soekarno dan Fatmawati.
Megawati adalah anak kedua dan putri pertama Soekarno.
Dia dibesarkan di Istana Merdeka ayahnya. Dia menari untuk tamu ayahnya dan mengembangkan hobi berkebun.
Megawati berusia 19 tahun ketika ayahnya melepaskan kekuasaan pada tahun 1966 dan digantikan oleh pemerintahan yang akhirnya dipimpin oleh Presiden Soeharto.
Pendidikan
Megawati kuliah di Universitas Padjajaran di Bandung untuk belajar pertanian tetapi keluar pada tahun 1967 untuk bersama ayahnya setelah kejatuhannya.
Pada tahun 1970, tahun ayahnya meninggal, Megawati pergi ke Universitas Indonesia untuk belajar psikologi tetapi keluar setelah dua tahun.
Karier politik awal
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada tahun 1987.
Awal Reformasi
Kepresidenan
Ditunjuk sebagai Presiden Republik Indonesia Pada tanggal 23 Juli 2001, oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Pemilihan umum 2009
Pada 11 September 2007, Megawati mengumumkan pencalonannya dalam pemilihan presiden 2009 di sebuah pertemuan PDI-P.
Pemilihan umum 2014
Pada Muktamar Nasional PDI-P ke-4 tanggal 20 September 2014, Megawati diangkat kembali sebagai Ketua Umum PDI-P untuk tahun 2015–2020.
Jabatan Pasca Presiden
Ketua Panitia Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.
Ketua Panitia Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional sejak 5 Mei 2021.
Kehidupan pribadi
  • Suami pertama Megawati adalah Letnan Satu Surindro Supjarso, yang dinikahinya pada 1 Juni 1968. Ia tewas dalam kecelakaan pesawat di Biak, Irian Barat, pada 22 Januari 1970.
  • Pada 27 Juni 1972, ia menikah dengan Hassan Gamal Ahmad Hassan, seorang diplomat Mesir. Pernikahan itu dibatalkan oleh Pengadilan Agama kurang dari 3 bulan kemudian.
  • Menikah dengan Taufiq Kiemas pada 25 Maret 1973. Ia meninggal pada 8 Juni 2013.
Ia dikaruniai tiga orang anak, Mohammad Rizki Pratama, Muhammad Prananda Prabowo, dan Puan Maharani.
Anak laki-lakinya berasal dari pernikahannya dengan Surindro, sedangkan Puan adalah anak tunggal dari pernikahan Megawati dengan Taufiq.
  • Perjalanan karier
  • Anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (Bandung) (1965)
  • Anggota Fraksi PDI DPR RI Komisi IV (1987–1997)
  • Ketua DPC PDI Jakarta Pusat
  • Ketua Umum PDI versi Kongres Luar Biasa (KLB) PDI di Surabaya (1993–1996)
  • Ketua Umum PDI Perjuangan (1999–sekarang)
  • Wakil Presiden Republik Indonesia (20 Oktober 1999 – 23 Juli 2001)
  • Presiden Republik Indonesia ke-5 (23 Juli 2001 – 20 Oktober 2004)
  • Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (2017–sekarang)
  • Perjalanan Pendidikan
  • SD Perguruan Cikini Jakarta (1954–1959)
  • SLTP Perguruan Cikini Jakarta (1960–1962)
  • SLTA Perguruan Cikini Jakarta (1963–1965)
  • Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Bandung (1965–1967); tidak selesai
  • Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Jakarta (1970–1972); tidak selesai
  • Penghargaan
Dalam Negeri
  • Bintang Republik Indonesia Adipurna (8 Agustus 2001)
  • Bintang Republik Indonesia Adipradana (3 Februari 2001)
  • Bintang Mahaputera Adipurna (3 Februari 2001)
  • Bintang Jasa Utama (8 Agustus 2001)
  • Bintang Budaya Parama Dharma (8 Agustus 2001)
  • Bintang Yudha Dharma Utama (8 Agustus 2001)
  • Bintang Kartika Eka Paksi Utama (8 Agustus 2001)
  • Bintang Jalasena Utama (8 Agustus 2001)
  • Bintang Swa Bhuwana Paksa (8 Agustus 2001)
Luar Negeri
  • Kazakhstan : Order of Nobility (13 Agustus 2022)
  • Korea Utara: Order of National Flag 1st Class (28 Maret 2002)
  • Rusia : Order Of Friendship (2 Juni 2021)
(Sumber: WIKIPEDIA)
By Redaksi:swaraproletar.id@merahmerdeka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here