Carok Madura 2 lawan 10, 4 Meninggal 6 melarikan diri, 2 pelaku kakak beradik kebal dan anak silat 

0
453
Foto: Korban Carok Madura Bukan Orang Sembarangan, Ibu pelaku sempat beri pesan, celuritnya sampai patah (Tribun Madura/TikTok)  (dok: TribunnewsBogor.com)
Pewarta: Arie I Editor: Ct80 I Selasa I 16-01-2024
BERITA-Hukum-Kriminal
NASIONAL, Madura- SP Pelaku carok di Bangkalan Madura ternyata memberi ampun pada satu orang korban.
Dalam tragedi carok di Bangkalan Madura, dua pelaku kakak beradik ini ternyata melawan lebih dari 4 orang.
Ada 10 orang di lokasi pertarungan carok Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
“Kurang lebih 10 (orang),” kata pelaku carok Bangkalan Mandura, Hasan Busri dan Wardi.
Namun yang masuk ke arena pertarungan carok antara Hasan dengan korban, Mat Terdam dan Mat Tanjar hanya 4 orang.
“Tapi yang masuk (arena) 5 orang. Masuk halaman,” katanya.
Sementara sisanya, kabur.
“Yang lain kabur,” katanya.
Hasan Busri bercerita, meski ia dan sang adik sudah membunuh 4 orang, masih ada satu yang berkukuh menyerang.
“Masih nyerang, tapi gak kena,” katanya.
Sampai kemudian Hasan Busri menyuruhnya untuk pulang.
“Kalau kamu maksa saya bunuh juga,” kata Hasan.
Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya membenarkan penuturan dua pelaku carok.
“5-10 orang di TKP. Yang turun ke arena 4-5 orang,” jelasnya.
Akibat tindakan Hasan Busri dan Wardi, 4 orang tewas saat carok di Bangkalan Madura.
“4 orang ini meninggal. 3 meninggal di tempat, 1 orang di perjalanan ke puskesmas,” jelasnya.
4 orang tewas akibat carok di Madura yakni :
Mat Tanjar
Mat Terdam
Hafid
Najehri
Mat Tanjar Mat Terdam Najehri berasal dari Desa Larangan.
Sedangkan Hafid merupakan warga Desa Banyu Anyar.
Nah Hafid ini ternyata masih memiliki hubungan keluarga dengan Hasan Busri dan Wardi.
“Satu orang memiliki hubungan keluarga dengan pelaku,” katanya.
Insiden carok di Bangkalan Madura bermula pada pukul 18.30 WIB, Jumat (12/1/2024).
Saat itu Hasan hendak pergi tahli, ketika sedang berdiri di pinggir jalan korban melintas menggunakan motor dengan kecepatan tinggi.
Hasan lantas menegur dan korban tidak terima.
“Pelaku sempat dipukul oleh korban, bahkan sempat dipegangi oleh teman korban,” kata AKBP Febri Isman Jaya.
Korban kemudian menantang hingga menyuruh pelaku mengambil senjata.
“Pelaku meladeni, pulang ke rumah, di perjalan ketemu dengan saudaranya,” katanya.
Saat mengambil dua celurit, Hasan sempat minta izin ibunya.
Sebenarnya sang ibu sudah melarang, namun Hasan Busri berkukuh.
“Sampai di TKP cekcok, motor adik belum berhenti satu saudaranya loncat, lari masuk tengah arena untuk duel,” katanya.
(Sumber: tribunnewsbogor.com)
By Redaksi:swaraproletar.id@merahmerdeka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here