Kontroversi, Pokir Dewan berujung Konflik? ini kata pengamat

0
1089
Foto: H, Sapuan, SE - H. Ir Mansyur Husin, MM/ Bupati Mukomuko-Akademisi
Ruang Opini
Oleh : H. Ir. Mansyur Husin, MM
pengajar S2 Kebijakan Publik/ Alumni Lemhanas RI
Pewarta: Arie I Editor: Ct80
BERITA–DAERAH
BENGKULU-Mukomuko–swaraproletar.id–Beredar video pendek Bupati Mukomuko H. Sapuan, SE dalam sebuah petemuan dihadapan beberapa orang. Belum diketahui kegiatan tersebut dalam rangka apa, Dimana, kapan waktunya, dan siapa yang pertama menggugahnya?.
Dalam moment tersebut Bupati Sapuan mengeluarkan pernyataan tentang alasan mengapa Pemerintah Daerah Mukomuko tidak lagi mengakomodir anggaran pokir Anggota Dewan seperti yang sudah-sudah.
Pernyataan ini seketika menjadi viral keruang public dan menciptakan isyu kontroversi yang beragam, bukan hanya diperbincang kan dari mulut kemulut saja, video ini juga mulai menjadi isyu utama berita disejumlah Media Online Lokal di Provinsi Bengkulu dan di Kabupaten Mukomuko khususnya.
Selain pernyataan soal pokir, dalam kesempatan yang sama pula Bupati juga menyinggung kinerja Dewan, hal ini lah yang menjadi sumbu sehingga menyulut api kekecewaan di sebagian Masyarakat.
Untuk menanggapi pernyataan yang dianggap kontroversi ini, wartawan media ini mencoba meminta pendapat dengan sejumlah tokoh yang berkompeten guna mencari tau lebih jauh kebenaran, atau pembenaran kah pernyatan tersebut dilihat dari kacamata Publik.
Salah seorang Akademisi sekaligus Politisi H. Ir. Mansyur Husin, MM yang juga adalah pengajar dibeberapa kampus di Indonesia dan Timor Leste ini memberikan tanggapan atas video tersebut, ia menjelaskan bahwa kalau menurut pandangannya tidak ada yang salah dari pernyataan itu sepanjang apa yang di sampaikan oleh Bupati tersebut adalah fakta yang bisa ia pertanggungjawabkan baik secara hukum maupun secara akademis.
Kalau kita perhatikan dengan seksama pernyataan Bupati dalam video tersebut tidak lebih hanya sebuah curhatan dan penyampaian isi hati beliau dengan kondisi yang sedang terjadi terhadapnya atas nama Kepala Daerah yang bertanggungjawab dengan semua yang terjadi di Daerah tersebut.
Dalam pernyataan tersebut ia menjelaskan kalau pokir Dewan yang dianggarkan dan disahkan oleh Pemda pada tahun sebelumnya itu mendapat teguran keras oleh BPK dan Pemkab diminta untuk segera mengembalikannya, artinya penganggaran dana tersebut menyalahi aturan dan pelanggaran secara hukum, kita tidak tau apakah presedur penganggarannya atau penggunaan anggaran tersebut tidak sesuai dengan peruntukannya, yang jelas jika dipaksakan tentunya berisiko dan merugikan Pemda.
Alumni Lemhanas RI ini menambahkan, “ Hal ini haruslah dilihat secara jernih, Bupati menyampaikan pernyataan tersebut mungkin dinilainya sangat penting untuk disampaikan, dengan harapan agar Masyarakatnya tau dan lebih mengerti kenapa anggaran pokir tersebut tidak lagi di anggarkan oleh Pemda,
Kedua, saya melihat gestur saat Bupati menyampaikan pernyataan tersebut divideo itu, sepertinya ia memang menyimpan banyak  kekecewaan selama ini terhadap kinerja Dewan tetapi ini bersifat kedinasan bukan  personal, khususnya yang berkaitan dengan anggaran, sehingga sengaja ataupun tidak ketika bicara pokir pada moment itu nada  bicaranya sedikit naik, dan tidak ada keraguan dalam mengungkapkan kekecewaannya diacara itu, menurut saya, ini menandakan kalau kecewanya sudah tingkat Dewa, dan ia sudah siap menerima konsekwensinya atas apa yang ia sampaikan saat itu.
Ini hanya pandangan saya secara personal untuk ikut mengomentari masalah ini kalau dilihat dari kacamata akademis dan politik tentunya.
Namun menurut saya, tidak juga salah kalau saat ini ada sebagian masyarakat menanggapi pernyataan Bupati tersebut dengan menilai dari aspek yang lain, dalam kasus ini mungkin sebagian publik menilai pernyataan Bupati agak sedikit keras dan memiliki tendensi karena disampaikan dalam sebuah forum, dan sedikit tidak elok secara etika ketika Bupati selaku eksekutif yang notabenenya adalah mitra kerja legislative sebangai penyambung suara rakyat, Masyarakat takutnya akan terjadi riak dan konflik sehingga akan menimbulkan dampak yang luas terhadap Pembangunan Daerah
Masalah semacam ini didunia politik biasa terjadi didua Lembaga ini, karna dua lembaga ini mempunyai kelompok-kelompok masa yang sama-sama memiliki kepentingan yang kadang-kadang berbeda dalam konsepnya, walaupun pada akhirnya kepentingan itu tetap bermuara untuk kemaslahatan daerah, kalau misalkan pokir tidak dianggarkankan oleh Pemkab, ya  sudah yang untungkan dewan juga kurang kerja? toh kalau masalah pokir ini dianggap sesuatu yang sangat besar dan penting bagi dewan dan memercikkan konflik, nah justru ini nantinya yang akan menimbulkan tanda tanya public yang lebih besar, ada apa dengan anggaran tersebut, sangat menguntungkah?.
Menurut saya, kepercayaan publik pada dua Lembaga penting ini haruslah terus dijaga sebagai tumpuan harapan Masyarakat, dampaknya jelas akan dirasakan Masyarakat ketika dua Lembaga ini adu kekuatan dan berseteru lebih jauh, pemda akan terhambat dalam aktifitasnya tanpa persetujuan Dewan, begitupun sebaliknya, sudah dispastikan Masyarakat yang akan menjadi korban ketika efek ini berakhir menjadi konflik,
Dibutuhkan andil para tokoh Masyarakat  dan kaum-kaum intlek setempat untuk ikut memberikan kesejukan antara dua Lembaga ini, jangan pula beberapa pihak justru sengaja memberi api dan memanfaatkkan situasi untuk kepentingan tertentu, itu namanya ikut merencanakan kejahatan agar Masayarakat menjadi dkorban, karena semua yang terjadi akan berimbas terhadap Masyarakat nantinya,  apa lagi sekarang masuk tahun politik semua yang terjadi didua Lembaga ini akan dihubung dan dikaitkan dengan kepentingan politik kedua belah pihak,” Tutupnya
(Sumber: SP.id)
By Redaksi:swaraproletar.id@merahmerdeka

 

Artikulli paraprakSelalu Bongkar Bobrok orang lain dalam debat, Mantan Jubir ungkap: Anis buka bobrok sendiri, ini akan merugikan diri sendiri
Artikulli tjetërPelatihan CHRA AR LC kompetensi Human Resource mempertajam kemampuan dalam menganalisa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini