Gonjang ganjing soal Radat Mukomuko tak sesuai nilai historis, Begini kata Kadis PUPR

0
418
Foto: Pembangunan Rumah Adat Mukomuko yang baru, Selasa (12/12)
 Pewarta: Bambang S I Editor: Ct80
BERITADAERAH
BENGKULU-Mukomukoswaraproletar.id Media Sosial (Medsos) beberapa hari ini diramaikan dengan berbalas komen antar pengguna Facebook mengenai Pembangunan Rumah Adat (Radat) Mukomuko yang di bangun melalui dana Anggaran Pendapatan dan belanja Daerah (APBD) 2023.
Beragam komentar disampaikan Masyarakat terhadap bangunan ini, banyak yang memuji dan mengapresiasi berdirinya rumah adat tersebut, tidak sedikit pula yang memberikan kritikan, opini dan masukan pada setiap sisi-sisi bangunan yang dirasa janggal dan tidak mencerminkan Adat istiadat Kabupaten Mukomuko dalam desainnya.
Akun Group FB Mukomuko Mangimbau contohnya, dikolom komentar akun ini dibanjiri komen para komentator yang merasa belum puas melihat hasil dari bangunan ini, katakanlah bentuk bangunan dinilai seperti tak lebih hanya seperti rumah panggung biasa saja.
Yang lain juga berpendapat bangunan Rumah adat ini terkesan asal jadi tanpa mengedepankan nilai historis yang mencerminkan keberagaman adat dan budaya di kabupaten Mukomuko, baik dilihat dari sisi badan bangunan, apalagi atap rumah Adat ini selintas dilihat memang sangat berbeda dengan atap rumah adat mukomuko sebelumnya.
Salah satu komentator @akun Malien sati menjelaskan alasan atap rumah adat Mukomuko tersebut dibuat Lonjong, “Saya beri masukan dan informasi, rumah adat Mukomuko, tidak berbentuk minang, tidak pula Rejang/Bengkulu, Rumah adat Mukomuko, berbentuk :
Foto: Perbedaan rumah adat Mukomuko yang baru dan sebelumnya, (dok: FB/ Mukomuko Mangimbau), Selasa (12/12)
Atap atau bubung, gajah menyusui. Pakai Berendo angin. Pintu bersisir. Tiang 20. Kemudian Ciri Khas Dasar Minang Kabau, tidak merobah bentuk tetap seperti Minang. Iya seperti yg lama. Mengapa begitu…?
Saya jelaskan.
Rumah yg lama itu di bangun berdasar musyawarah tokoh adat lima kecamatan. Yaitu, Mukomuko Utara, Ipuh, Lubuk Pinang, Pondok Suguh dan Trastrunjam. Dasar :
Karena Nenek moyang Masyarakat Mukomuko di dominsili oleh lima daerah. Yaitu. Minang Kabau, Sumatra Selatan Bagian Melayu, Jawa Gersik, Aceh, dan Sugu Bugis. Ini adalah hasil Penelitian Arkiologi dari Sumsel, Dan Jambi tahun 1993,” katanya.
Menanggapi banyak komentar ini, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko Apriansyah, ST,. MT saat dikonfirmasi mengaku bahwa, Saat ia ditunjuk kembali menjadi kadis PUPR sekitar bulan Oktober 2022 yang lalu, produk perencanaan Pembangunan rumah adat ini sudah selesai dilaksanakan hanya tinggal proses pelaksanaan kegiatan fisiknya saja,
Foto: Komentar publik soal rumah adat mukomuko di Media sosial
Lanjutnya nyalagi, Saran saya untuk kawan-kawan yang memiliki pengetahuan soal ini, dan merasa dalam Pembangunan rumah adat ini ada perbedaan pendapat sebaiknya mari kita duduk satu meja untuk mendiskusikannya bersama BMA dan Pemerintah Daerah tentunya, paling tidak kita sharing untuk penyempurnaan Pembangunan rumah adat ini untuk masa yang akan datang, Yang pasti dalam perencanaan Pembangunan rumah adat tersebut Pemda sudah berkoordinasi dengan pihak BMA kabupaten Mukomuo” ungkapnya  bijak.
(Sumber: SP.id)
By Redaksi:swaraproletar.id@merahmerdeka
Artikulli paraprakMelalui Patroli Dialogis, Satgas OMB Polres Mukomuko Beri Himbauan Kamtibmas Ke Masyarakat.
Artikulli tjetërDivonis lepas dari semua tuntutan, Security PT. DDP bakal hirup udara bebas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini