Aksi ‘Koboi’ Profesor di Universitas Las Vegas AS: Tembak Mati 3 Orang usai Lamaran Kerja Ditolak

0
45
Foto: Seorang polisi berdiri di tempat kejadian perkara penembakan di Universitas Nevada Las Vegas, Rabu (6/12/2023). (Sumber: Madeline Carter/Las Vegas Review-Journal via AP) © Madeline Carter/Las Vegas Review-Journal via AP, Jum’at (08/12)
Pewarta: Arie I Editor: Ct80
BERITADUNIA
AMERIKA-Las Vegasswaraproletar.id Seorang profesor di Amerika Serikat (AS) melakukan penembakan massal di Universitas Nevada Las Vegas (UNLV), Rabu (6/12/2023). Aksi penembakan massal ini membunuh tiga orang dan menimbulkan satu korban luka.
Profesor itu sempat terlibat baku tembak dengan aparat kepolisian. Profesor itu dinyatakan meninggal dunia akibat peluru polisi setelah baku tembak selama sekitar 40 menit.
Melansir Associated Press, seorang pejabat polisi yang enggan disebutkan namanya menyebut pelaku sebelumnya melamar pekejaan di kampus UNLV, tetapi ditolak. Profesor itu sebelumnya bekerja di Universitas Karolina Timur, Karolina Utara.
Polisi secara resmi belum mengumumkan identitas korban, pelaku, jenis senjata pelaku, atau motif di balik serangan tersebut. Sejumlah saksi mata mengaku mendengar sekitar 20 tembakan selama penembakan terjadi.
Serangan profesor ini pun menjadi insiden penembakan paling mematikan di Las Vegas sejak Oktober 2017, saat 60 orang terbunuh penembak yang mengamuk di kasino. Sheriff Las Vegas Kevin McMahill menyebut insiden itu memberi pelajaran ke polisi untuk bereaksi lebih cepat terhadap penembakan massal.
Sementara itu, Kepala Polisi UNLV Adam Garcia menyebut pelaku di UNLV mulai beraksi sekitar pukul 11.45 siang waktu setempat. Pelaku menembak di lantai empat gedng Sekolah Bisnis Lee UNLV lalu bergerak beberapa lantai sebelum terbunuh dalam baku tembak dengan polisi.
Pelaku Penembakan di Maine yang Bunuh 18 Orang Ditemukan Tewas, Ternyata Miliki Masalah Kejiwaan
Foto: Robert Card, pelaku penembakan massal di Lewiston, Maine, Amerika Serikat, Rabu (25/10/2023) yang dilaporkan menewaskan 22 orang. (Sumber: AP Photo)
Pelaku penembakan di Lewiston, Maine, Amerika Serikat (AS) yang membunuh 18 orang, ditemukan tewas.
Pelaku yang bernama Robert R Card III, menemukannya telah tewas pada Jumat (27/10/2023), di sebuah trailer pada pabrik daur ulang di Lisbon, tempat ia pernah bekerja.
Penemuan itu sekaligus menutup perburuan yang dilakukan sejak Rabu (25/10/2023), ketika ia melakukan penembakan di dua tempat usaha.
Selain membunuh 18 orang, ia juga melukai 13 orang lainnya.
Menurut pihak otoritas, pada Sabtu (28/10/2023), pelaku pembunuhan massal paling mematikan di Amerika tersebut memiliki masalah mental.
Ia diyakini paranoid dan selalu merasa orang-orang membicarakan dirinya, dan ia mendengar banyak suara.
Dikutip dari New York Times, petugas kepolisian mengatakan bahwa ia telah bunuh diri setelah melakukan penembakan massal itu.
Selain itu, polisi juga mengungkapkan bahwa ia beraksi sendiri.
Terungkapnya nasib sang pelaku diyakini memberikan perasaan tenang di Lewiston dan kota terdekat.
Pasalnya, para penduduk banyak yang memutuskan berlindung, dan pelaku bisnis menutup usahanya.
“Ada semacam paranoia, ada semacam kepingan teori konspirasi,” kata Komisioner Departemen Keamanan Publik, Michael J Sauschuck.
Ia menambahkan, pelaku, secara salah mengira orang-orang membicarakan dirinya dan merasa mendengar banyak suara.
Namun, Sauschuck mengatakan tak ada indikasi Card pernah menjalani perawatan kesehatan.
Ia mengatakan tak jelas apakah Card mengenal salah satu korban, namun Sauschuck mengatakan pernah ke bar dan arena bowling, yang menjadi lokasi penembakan, sebelumnya.
“Saya rasa ada hubungannya dengan semua lokasi tersebut,” ujarnya.
“Saya yakin ada hubungannya, seolah-olah pria ini pernah berada di kedua tempat tersebut,” tambahnya.
(Sumber: Kompas TV)
By Redaksi:swaraproletar.id@merahmerdeka
Artikulli paraprakAda 6 Kasus Mycoplasma Pneumoniae di RI, Begini Gejala yang Dikeluhkan
Artikulli tjetërDAFTAR LENGKAP Mutasi Polri Terbaru 8 Desember 2023, Dari Kapolres, Wakapolda hingga Kapolda

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini