Putin Blak-blakan Sebut Rusia Bangun Tatanan Dunia Baru

0
36
Foto: Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara setelah upacara penandatanganan dengan Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune setelah pembicaraan mereka di Kremlin di Moskow, Rusia, (dok. AP/Mikhail Metzel), Jum’at (01/12)
Pewarta: Leo Putra I Editor: Ct80
MedianyaPEMILU RAYA
NASIONAL-Jakarta,swaraproletar.id– Presiden Rusia Vladimir Putin kembali buka suara terkait upayanya dalam menghalau dominasi Barat. Kali ini, ia menyebut Moskow berada di garis depan dalam membangun tatanan dunia yang lebih adil.
Berlatar belakang perang di Ukraina, Putin mengatakan pada sesi pleno Dewan Rakyat Rusia Dunia pada Selasa (28/11/2023) bahwa Moskow terlibat dalam perjuangan untuk kedaulatan dan keadilan. Menurutnya, ini merupakan salah satu upaya pembebasan nasional.
Dalam pidato video tersebut, yang transkripnya dirilis di situs web Kremlin, Putin memuji bagaimana “dunia Rusia… telah menghalangi jalan mereka yang ingin mendominasi dunia dan eksepsionalisme.”
“Kami kini berjuang tidak hanya demi kebebasan Rusia namun juga kebebasan seluruh dunia,” ujarnya dikutip Newsweek, seraya menggambarkan bagaimana “kediktatoran suatu hegemon sudah mulai melemah.”
Putin telah berulang kali menyatakan perang di Ukraina sebagai perang proksi antara Moskow dan negara-negara Barat. Dalam menghadapi sanksi yang dipimpin Amerika Serikat (AS), ia memposisikan dirinya sebagai pemimpin yang menjauhi tatanan dunia saat ini.
Ketika merujuk pada Revolusi Rusia tahun 1917, perang saudara yang terjadi setelahnya, dan pecahnya Uni Soviet pada tahun 1991, Putin mengatakan bahwa masyarakat “masih menanggung akibatnya sekarang, beberapa dekade kemudian, atas kesalahan perhitungan yang dilakukan pada saat itu.
“Peristiwa-peristiwa ini telah menimbulkan ilusi separatis serta kebijakan perpecahan yang dibuat-buat dan dipaksakan di negara besar Rusia ini, yang merupakan gabungan dari Rusia, Belarusia, dan Ukraina,” tegasnya.
“Kami tidak akan pernah melupakan kesalahan ini dan tidak boleh mengulanginya… segala upaya untuk menyebarkan perselisihan etnis atau agama, memecah belah masyarakat kami adalah pengkhianatan, kejahatan terhadap seluruh Rusia. Kami tidak akan pernah membiarkan siapapun memecah belah Rusia.”
“Negara kita kini berada di garis depan dalam membangun tatanan dunia yang lebih adil,” tambahnya.
Putin juga mengatakan Barat tidak membutuhkan Rusia yang ingin mereka potong-potong dan rampas. Ia juga memperingatkan bahwa jika ada campur tangan atau provokasi dari luar yang memicu konflik internal, pihaknya akan merespon dengan tegas.
“Dunia Rusia dan Rusia sendiri tidak akan ada dan tidak akan ada tanpa etnis Rusia, tanpa rakyat Rusia.”
Sementara itu, mengomentari pidato Putin, analis risiko Alex Kokcharev memposting di X (sebelumnya Twitter) sebuah gambar terpisah dari presiden Rusia dan potongan gambar dari film berdasarkan novel George Orwell tahun 1984.
“Suasana tahun 1984 yang kuat,” tulisnya. “Putin menyampaikan pidato di mana ia menegaskan kembali visinya untuk ‘tatanan dunia baru’ di mana Rusia memiliki hak untuk menaklukkan semua negara yang sebelumnya diperintah oleh Kekaisaran Rusia atau Uni Soviet.”
(Sumber: CNBC Indonesia)
By Redaksi: swaraproletar.id@merahmerdeka

 

Artikulli paraprakPemkab Mukomuko Aktifkan Laboratorium, Wujudkan Kenyamanan Bisnis Dunia Usaha dan Jaga Lingkungan
Artikulli tjetërTaukah kamu, berapa Rincian Perbandingan Biaya Haji 2024 dan 2023

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini