Warga KJ resah hadirnya MTA “Widodo” Kami sedang dalam Agenda Investigasi awal, harap semua pihak untuk bisa menahan diri

0
604
Foto: H. Widodo, S.H.I / Kepala Kamenang Mukomuko, Kamis (09/11)
Reporter: Bambang S I Editor: Ct80
MEDIANYA…PEMILU RAYA
BENGKULU-Mukomukoswaraproletar.id- Masyarakat Desa Karang Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, Kabupaten Mukomuko, kini mulai kembali diresahkan dengan keberadaan kelompok yayasan Majelis Tafsir Alquran (MTA) yang ada di Desa tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Sudarno, salah seorang Warga Masyarakat Desa Karang Jaya yang juga adalah Pelatih Perguruan Pagar Nusa (PN), melalui WhatsApp kepada jurnalis media ini pada Kamis (09/11) terkait perkembangan yayasan MTA tersebut, yang saat ini sedang dalam proses pembangunan Gedung belajar untuk siswa santri dan santriwatinya, yang berlokasi didalam wilayah Desa Karang Jaya, Kecamatan Teras Terunjam.
Ia menjelaskan, ”Setiap Desa dan wilayah yang ada diKabupaten Mukomuko ini memiliki adat istiadat dan budaya yang harus dihormati dan dihargai oleh setiap Masyarakat yang ada didalamnya, Dan Masyarakatnyapun juga memiliki dasar teologi dan ideologi yang kuat yang sudah terjaga dan turun temurun,
Kelompok ini menganggap tradisi dan budaya daerah yang ada, tidak mencerminkan nilai-nilai keislaman, dan tidak sesuai dengan tuntutan ajaran Al-Qur’an dan sunnah yang telah diwariskan oleh Nabi Muhamad Saw, inilah salah satu pemicu yang membuat Masyarakat Desa setempat mulai gerah dan semakin tidak bersimpati dengan keberadaan kelompok ini.
“Kami juga sangat menyayangkan sikap dan tindakan yang di lakukan oleh Kades Karang Jaya, yang kami anggap sangat gegabah memberikan izin untuk mendirikan Gedung belajar pada kelompok ini, semestinya Kades haruslah berkoordinasi dulu dengan seluruh stakeholders yang ada, baik PemDes maupun PemCam, apa lagi dari awal kita tau keberadaan kelompok ini menuai banyak protes dari warga Karang Jaya, harusnya Kades lebih berhati-hati”, Tutupnya.
Camat Teras Terunjam, Yeni Wulandari saat dikonfirmasi mengenai izin  bangunan Ponpes ini, mengaku belum ada mengeluarkan rekomendasi dalam bentuk apapun, “Memang ada rencananya dari semua unsur baik Pemdes maupun Pemcam akan melakukan pertemuan terkait ini, nanti baru ada kesepakatan dari masyarakatnya. kakau sekarang ini baru sebatas konsultasi saja,” Ujarnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mukomuko H. Widodo, S.H.I saat dikonfirmasi mengaku sudah mengetahui perihal MTA ini, dan bahkan kamis kemaren ia sudah melakukan Investigasi awal dengan menugaskan satu TIM terdiri dari KAU Teras terunjam, dan Kabid Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kamenang, dan hasilnya masih menunggu untuk dilaporkan, “Terimakasih atas laporan dari Masyarakat, InsyaAllah kami akan segera melakukan Langkah-langkah berkenaan dengan penanganan dan pengawasan terhadap MTA tersebut agar tidak terjadinya konflik yang lebih meluas,
Lanjutnya, Saya menghimbau kepada semua pihak untuk bisa menahan diri, ini hanyalah perbedaan mashab dari cara beribadah, hal-hal yang menyangkut kilafiah seperti ini haruslah disingkapi dengan berbesar hati, mungkin saja terdapat sedikit kekeliruan dari sahabat-sahabat kita kelompok tersebut berdakwah kurang tepat pada tempatnya, boleh-boleh saja mereka berdakwah dengan cara mereka tapi dilakukan hanya didalam kelompok mereka, sehingga terkesan menghormati dan menghargai cara pegang pakai Masyarakat setempat, Tapi nanti kami akan lakukan sosialisasi dan pembinaan berkenaan dengan ini, sesegera mungkin dan menjadi Agenda prioritas kami, tutupnya.
By Redaksi: KP-BO-Swaraproletar.Id-@merahmerdeka
Artikulli paraprakliterasi Aset Digital di Era digitalisasi, diselenggarakan oleh PT. Global Media Sriwijaya (GMS)
Artikulli tjetërKomisariat LemKoPI-Nusantara Bengkulu “MINTA” Soal kejanggalan dan temuan kasus Air Kasai direspon oleh Pihak terkait.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini