Komisariat LemKoPI-Nusantara Bengkulu “MINTA” Soal kejanggalan dan temuan kasus Air Kasai direspon oleh Pihak terkait.

0
227
Foto: Muhar Rozi Muis / Komisariat LemKoPI-Nusantara Bengkulu, Kamis (09/11)
Reporter: Bambang S I Editor: Ct80
MEDIANYA….PEMILU RAYA
BENGKULU-Mukomuko-Swaraproletar.id- Kembali gaduh soal pengelambungan dana berkaitan dengan pengadaan sapi yang dianggarkan melalui Dana Desa (DD) Tahun 2023  di Desa Air Kasai, Kecamatan Air Dikit Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mulai menuai beragam pendapat dari sejumlah penggiat lembaga sosial baik lokal maupun Nasional.
Dugaan penyalahgunaan Anggaran Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2023 terkait kegiatan program ketahanan pangan berupa pengadaan sapi ini, diduga ada penggelembungan harga. Dimana sapi yang dibeli dengan harga yang sebenarnya, berbeda jauh lebih mahal didalam dokumen Laporan oleh pihak yang terkait dalam pengadaan kegiatan ini.
Hal  ini diketahui dari hasil investigasi yang dilakukan oleh LSM National Corruption Watch (NCW) Kabupaten Mukomuko, melalui ketuanya Zlatan Asikin , S.Sos yang dilakukannya secara langsung dilapangan tempat dimana 12 ekor sapi tersebut dibeli.
Tidak hanya itu NCW juga menemukan beberapa Fakta lain selain kasus ini, yakni adanya dugaan penyelewengan anggaran kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa Kelompok Wanita Tani (KWT) sebesar 50 Juta oleh Pemdes Air Kasai, yang hingga saat ini tidak ada realisasinya. Kemudian soal dugaan kegiatan fisik Desa yang dikerjakan oleh pihak ketiga atau diborongkan. Padahal sesui aturan kegiatan fisik Desa tidak boleh di borong melainkan di kerjakan secara swadaya dengan menerapkan sistem Padat Karya. Ungkapnya.
Saat ditelusuri dan diminta tanggapannya, berkaitan dengan seluruh kegiatan yang menggunakan Anggaran DD tersebut, dari beberapa orang yang diduga terlibat dalam pelaksanaannya seperti BPD dan perangkat Desa oleh Media ini, hampir semuanya memilih untuk diam tidak memberikan tanggapan apapun.
Banyaknya kejanggalan dan temuan yang terjadi dalam penggunaan Anggaran Dana Desa (DD) 2023 di Desa Air Kasai ini, ditanggapi pula oleh Komisariat LemKoPI-Nusantara  Provinsi Bengkulu Muhar Rozi Muis, Saat ditemui dikantornya kemaren Kamis (09/11) ia menyatakan keprihatinannya atas apa yang terjadi di Desa ini, “ Seharusnya penggunaaan Dana Desa itu peruntukannya haruslah berpedoman sesuai dengan juklak dan juknis yang ada, bukan semaunya Kades dan perangkatnya, dan penggunaan anggaran ini tentunya juga perlu pengawasan yang ketat oleh pihak terkait dan dilakukan secara transparan, ini dana Pemerintah yang asalnya dari Rakyat dan diperuntukkan untuk kepentingan Rakyat, jadi Pemdes memang harus hati-hati benar dalam penggunaannya,
Lanjutnya, Untuk itu dengan melihat kondisi banyaknya temuan dan kejanggalan yang ada, harapan saya pihak-pihak yang terkait seperti Inspektorat dan kepolisian harus respon terhadap masalah-masalah ini, Perangkat Desa, BPD tutup mulut, ini ada apa? Ada isyu juga kalau yang diduga terlibat ini ada bekengannya, dari Pemerintah Kecamatan dan diInspektorat yang infonya didalamnya ada keluarganya sehingga membuatnya kebal hukum, menurut saya hal-hal semacam ini jangan dibuat berlarut-larut, dan harus segera diselesaikan baik secara kekeluargaan maupun secara hukum,” Tutup Rozi.
By Redaksi: KP-BO-Swaraproletar.Id-@merahmerdeka
Artikulli paraprakWarga KJ resah hadirnya MTA “Widodo” Kami sedang dalam Agenda Investigasi awal, harap semua pihak untuk bisa menahan diri
Artikulli tjetërHadir diPanggung Internasional Manila Filifina, Hj. T Nurliyana Habsjah kenakan Batik Tando Pusako karya anak Negeri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini