Jadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Gibran Rosan Roslaini, Ini bisnisnya…

0
28
Foto: Rosan Roeslani / Ketua TIM Pemenangan Prabowo-Gibran. Rabu (25/10/2023).
Reporter: Leo Putra I Editor: Ct80
Media…Pemilu Raya
Nasional-Jakarta-Swaraproletar.id-Wakil Menteri BUMN, Rosan Roeslani resmi ditunjuk oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) sebagai ketua tim pemenangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Hal itu disampaikan bakal calon presiden, Prabowo Subianto dalam serangkaian acara pendaftaran dirinya dan Gibran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Yang saya hormati, bapak Rosan Roeslani, Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Maju,” kata Prabowo di Indonesia Arena, Rabu (25/10/2023).
Mengacu laman resmi Pertamina, Roesan Roeslani lahir pada 31 Desember 1968. Dia merupakan lulusan S1 Keuangan di Oklahoma State University, Stillwater, Oklahoma (1988-1992). Dia juga mendapat gelar S2 MBA dari European University, Antwerpen, Belgia (1993-1994).
Dalam perjalanan karirnya, Rosan juga pernah terpilih sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) untuk periode 2015 – 2020. Di sela-sela dia menjabat sebagai ketum Kadin, Rosan kala itu sempat membantu dalam pemenuhan vaksin saat pandemi Covid-19.
Sebagai informasi, Rosan memiliki sepak terjang di beberapa perusahaan dan juga emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, beberapa perusahaan yang terafiliasi Rosan Roeslani akhirnya terpaksa tutup atau delisting dari lantai Bursa.
Bersama Menparekraf Sandiaga Uno, Rosan merintis perusahaan penasihat keuangan (financial advisors) yang resmi berdiri sejak 1997 bernama PT Republik Indonesia Funding, atau yang lebih dikenal sebagai Finance Indonesia. Pada 2002, Finance Indonesia berganti nama menjadi Recapital Group.
Beberapa perusahaan di bawah naungan Recapital Group meliputi Recapital Sekuritas, Recapital Asset Management, Global Sarana Lintas Artha, Recapital Life Insurance (Relife), Recapital General Insurance (Reguard), dan Bank Pundi.
erdasarkan catatan Bisnis, perusahaan kongsi Rosan dan Sandi pun mengalami jatuh bangun dan terus berguguran dalam beberapa tahun belakangan. Misalnya, pada Oktober 2020, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha PT Asuransi Recapital, pencabutan itu disampaikan OJK melalui pengumuman resmi bernomor PENG-50/NB.1/2020.
Alasan dicabutnya izin usaha Asuransi Recapital adalah tidak dipenuhinya tingkat solvabilitas minimun. OJK menetapkan bahwa perusahaan asuransi harus memiliki tingkat solvabilitas atau risk based capital (RBC) minimal 120 persen.
Tidak hanya Asuransi Recapital yang dihentikan kegiatan operasionalnya oleh OJK. Perusahaan Recapital Group lainnya, yaitu PT Recapital Sekuritas Indonesia, yang memiliki usaha sebagai perantara pedagang efek dan penjamin emisi efek, juga diganjar sanksi serupa dan dikenakan denda.
Kesulitan modal juga sempat dialami PT Asuransi Jiwa Recapital (Relife). Sandiaga dan Rosan akhirnya menjual perusahaan ini kepada investor PT Transpacific Mutualcapita. Relife juga berganti nama menjadi PT Asuransi Jiwa Starinvestama.
Menilik ke belakang, kedua sahabat pengusaha ini juga menjual PT Bank Pundi Tbk. (BEKS) karena mengalami masalah permodalan. Perusahaan ini kemudian dijual kepada kendaraan investasi Pemda Banten dan berubah nama menjadi Bank Banten hingga saat ini.
Kongsi Sandi dan Rosan juga melepas kepemilikan di perusahaan pengelola air minum di sekitaran Jakarta. Recapital Advisors yang memiliki saham di Acuatico Pte Ltd melepas kepemilikannya ke Grup Salim melalui anak usahanya, Moya Indonesia Holdings Pte Ltd senilai US$92,87 juta atau setara dengan Rp1,24 triliun.
Acuatico Group merupakan pemilik sejumlah perusahaan penyedia air bersih perkotaan seperti Aetra Air Tangerang, Aetra Air Indonesia, Aetra Air Jakarta, dan Acuatico Hanoi. Tak hanya itu, Recapital juga sempat memiliki saham PT Capitalinc Investment Tbk. (MTFN), dan PT Mahaka Media Tbk. (ABBA), dan Bank Kesejahteraan Ekonomi.
Di lain sisi, perusahaan tambang batu bara, PT Berau Coal Energy Tbk. (BRAU) juga tercatat membeli saham PT Revessel Indonesia milik PT Recapital Advisors dan PT Tripillar Guna Perkasa pada 2017 silam.
Pembelian saham itu merupakan tindak lanjut pelaksanaan putusan arbitrase internasional yang terdaftar di Singapore International Arbitration Centre (SIAC) No. 225 tahun 2013 tertanggal 29 Desember 2014 dan 24 Februari 2015, dalam perkara antara Asia Resource Mineral Limited dan BRAU, melawan Rosan Roeslani.
Namun pada akhirnya, PT Berau Coal Energy Tbk. (BRAU) resmi delisting atau didepak dari lantai BEI efektif per 16 November 2017, dan kini menjadi perusahaan tertutup.
Terakhir, Rosan juga tercatat pernah menduduki posisi Presiden Komisaris dan Komisaris Independen PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) pada September 2020 silam.
By Redaksi: KP-BO-Swaraproletar.Id-@merahmerdeka
Artikulli paraprakKayu Jati untuk Rumah Adat Mukomuko sudah lolos uji Lab, Kadis PU pastikan akan sesuai rencana 
Artikulli tjetërKapolres Mukomuko Pimpin Upacara Sertijab Kasat Lantas Dan Kapolsek Penarik Raya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini