Irigasi dan sawah TeJa tak diperhatikan Pemkab, Kades akan temui Kepala BWS Sumatera VII Bengkulu “Kadis PU” Masalah Irigasi Butuh Penanganan Serius

0
967
Foto: Kades Teja, Kadis PU Mukomuko dan Kepala BWS Sumatera VII bengkulu. Rabu (25/10)
Reporter: Bambang S I Editor: Ct80
Media…Pemilu Raya
BENGKULU-MukomukoSwaraproletar.id-Kepala Desa Teramang Jaya, Kecamatan Teramang Jaya Kabupaten mukomuko, Provinsi Bengkulu Nurdin Kemaren Selasa (24/10) menyampaikan kekecewaan nya terhadap Pemkab Mukomuko berkenaan dengan tidak diperhatikannya Irigasi dan lahan persawahan  Masyarakat di Desa Teramang Jaya.
Beralasan, Katanya “Sudah hampir masuk tiga tahun belakangan ini kami perhatikan Pemkab Mukomuko seperti meng-anaktirikan keberadaan petani kami Desa Teramang Jaya, seluruh bantuan dan proyek dialihkan semua  ketempat lain, padahal kami juga memiliki Kelompok Tani Peningkatan Jaringan Irigasi P3-TGAI Daerah Irigasi Teramang Muar, yang sudah terbentuk dari Tahun 2022 lalu,
Lanjut Nurdin, Petani kami memiliki lahan sawah yang tidak sedikit disini, lebih dari 325 Hektar, dan memiliki Irigasi yang menggunakan dana APBD dalam pembangunannya hingga saat ini terbengkalai saja tak diurusi oleh Pemkab,
Semua upaya sudah saya lakukan, saya atas Nama Desa sudah menghadap dari Mulai Sekda sampai ke UPTD Bidang Pengairan PU Mukomuko tapi tak pernah direspon, begitu pula dengan Ketua Kelompok P3-TGAI kami juga sudah komunikasi dengan semua TIM yang menangani ini, bahkan semua persyaratan untuk Proposal yang diminta TIM sudah dia serahkan semuanya tapi hasilnya Nol,
Mungkin dalam waktu dekat saya akan coba menghadap Kepala BWS Sumatera VII Bengkulu saja untuk mendiskusikan masalah ini, untung-untung ada jalan keluarnya, kami ini masih mau makan beras pak, bukan makan ubi, makanya perlu nanam padi” Tandas Nurdin.
Foto: Irigasi Persawahan Di Desa Teramang Jaya yang tak terawat
Dikutip dari salah satu media online Mukomuko, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko Apriansyah, ST.MT mengatakan,” Daerah irigasi yang masuk dalam kewenangan Kabupaten Mukomuko dan yang perlu ditangani segera. Lokasinya yaitu ada di daerah Kecamatan Selagan Raya, Kecamatan Teramang Jaya, dan Kecamatan Ipuh.
“Untuk daerah irigasi di Kecamatan Selagan Raya. Di kecamatan itu ada sebanyak 8 daerah irigasi yang mempu mengairi lahan sawah milik warga hingga mencapai 1.400 hektar. Namun dari 8 daerah irigasi itu, yang aktif hanya 6 daerah irigasi. Sedangkan yang 2 lainnya rusak,” katanya.
Begitu juga dengan daerah irigasi di Kecamatan Ipuh dan Teramang Jaya, juga rusak. Akibatnya daerah irigasi di dua kecamatan Itu tidak bisa dimanfaatkan petani dengan maksimal. Apriansyah mengaku, telah beberapa kali mengajukan anggaran di APBD Kabupaten Mukomuko untuk melakukan perbaikannya.
Namun karena anggaran daerah sangat terbatas maka perbaikan pun tidak bisa dilakukan secara maksimal. Dengan kondisi anggaran daerah terbatas, maka hanya ada satu alternatif. Yaitu mengajukan anggaran ke pemerintah pusat melalui dana alokasi khusus (DAK). Sebab untuk menangani kerusakan jaringan irigasi di tiga wilayah kecamatan itu membutuhkan dana sekitar Rp 15 miliar”. Pungkasnya.
By Redaksi: KP-BO-Swaraproletar.Id-@merahmerdeka
Artikulli paraprakGelar Rakor Capaian Pemantapan Percepatan Kinerja Perangkat Daerah, Bupati himbau seluruh Kepala OPD kerja maksimal
Artikulli tjetërKayu Jati untuk Rumah Adat Mukomuko sudah lolos uji Lab, Kadis PU pastikan akan sesuai rencana 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini