Klarifikasi Basyarudin Akhmad soal Aksi, Begini tanggapan Direktur Eksekutif LemKoPI-Nusantara

0
439

 

Penulis: Topan Aa / Editor: Ct80

SUMSEL/Palembang -Swaraproletar.id- Aksi damai puluhan massa gabungan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) Suara informasi Rakyat Sriwijaya ( SIRA ), Pemerhati Situasi Terkini (PST), dan presidium LSM Anti Korupsi Sumatra Selatan, di kantor kejaksaan tinggi Sumatera Selatan Selasa (15/08/2023) yang meminta Basyaruddin Akhmad Kadis Perkim Sumatera Selatan dijadikan tersangka, membuat banyak pihak angkat bicara.

Kepala Dinas Perkim Sumatera Selatan Ir. Basyarudin Akhmad, Ms.C Menanggapi hal ini mengatakan, kalau ia beberapa waktu lalu memang hadir diKajati Sumsel dalam rangka memberikan keterangan sebagai saksi dalam proses BOT antara Pemprov dan PT MD, Ia menjelaskan, BOT itu pendanaan dari Swasta, dioperasikan oleh Swasta setelah 30 tahun menjadi milik Pemerintah. Jadi salah besar kalo menyebutkan Penggunaa Anggaran karena proyek itu bukan proyek APBD,

Terkait masalah “Revitalisasi pasar Cinde” kata Basyar,” Waktu itu tim ada 10 kalau enggak salah yang pada saat itu tim pengadaan itu terdiri dari Kepala Dinas PU Cipta Karya, Kadis BPKAD, Kepala Biro Administrasi Pembangunan, Kepala Biro Pemerintahan Umum, Kepala Biro BP3MD, dan kapasitas saya dalam pemanggilan tersebut, karena waktu itu saya baru pindah dari Dinas PU Bina Marga ke Dinas PU Cipta Karya,” Ungkap Basyar.

Foto: Arianto AMP/DirekturEksekutifLemKoPI-Nusantara (Jum’at 19/08/2023)

Terkait Aksi beberapa Ormas dan pemanggilan Basyaruddin oleh Kajati ini, Direktur Eksekutif Lembaga Koalisi Proletariat Independent (LemKoPI-Nusantara) Arianto Amiruddin Poetra mengatakan, Ini adalah hal biasa yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu, kita tidak begitu terkejut dengan Aksi-aksi yang kawan-kawan lakukan, sekarang inikan moment tahun-tahun Politik, dimana kita tau Basyaruddin inikan digadang-gadangkan menjadi Bakal calon Wali Kota Palembang pada Pilkada mendatang, dan ditambah lagi melalui beberapa survey beliau ini rata-rata unggul dibanding dengan balon yang lain, ya tentunya secara politik Black Strategy mulai dilancarkan, membunuh, menyingkirkan, dan menghentikan, tiga komponen ini adalah Langkah yang harus dilakukan bagi pesaingnya yang merasa putus asa atas keputusan publik,

Lanjut Ari, sebenarnya ini Strategi kotor, yang tak elok kalau dimainkan dalam era Demokrasi seperti saat ini, ini baru mau mulai kok, baru juga Bakal Calon, belum tentu nyalonkan,?, ditambah lagi, antar Balon ini saling mengenal, alangkah kejam nya, jika ini dilakukan oleh karena persaingan politik sama-sama kita saling membunuh, Di Era ini, persaingan itu terbuka, adu Argumen dimimbar Rakyat, Pembuktian nyata dengan jejek kinerja, serta raihan prestasi yang sudah ditoreh, dan puncaknya biar Publik yang menilai dengan goresan pemilu dipapan penghitungan suara,  itu baru Jantan dan calon pemimpin Rakyat, bukan belum apa-apa sudah memfitnah dan membunuh, andaipun terpilih calon-calon yang seperti ini bahaya, karena dari awal sudah tak elok mereka berniat,” Tutup Ari.

By Redaksi: KP-BO -Swaraproletar.Id-@merahmerdeka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here