Diduga Propokasi warga, Publik pertanyakan keterlibatan oknum wartawan DH

0
504

Foto: Aurego Jaya, SE (Ketua Umum AMBO)

Penulis: Topan Aa – Editor: Ct80

Bengkulu, MM -Swaraproletar.id- Telah terjadi Aksi massa terhadap pos keamanan Perusahaan PT. Daria Dharma Prata Air Berau Estate (PT. DDP-ABE) pada Senin (14/08) yang dilakukan sejumlah warga, aksi ini terpicu, alasan mereka akibat kekesalan kelompok warga ini karena perusahaan berusaha melakukan penutupan portal sebagai akses pintu untuk keluar masuk para petani sawit di Desa tersebut.

Dan melalui Media online sehari setelah kejadian, pihak Perusahaan melakukan klarifikasi sehubungan dengan kronologis kejadian tersebut, Manager PT.DDP-ABE Edi Pramono mengatakan, hal tersebut mereka lakukan dengan alasan karena, beberapa oknum warga yang mau masuk tersebut adalah kelompok yang terindikasi oleh pihak Perusahaan merupakan kelompok yang seringkali kedapatan telah melakukan pencurian TBS dilahan milik Perusahaan yang berlokasi di Blok B 10 devisi 7 yang jelas-jelas Area tersebut adalah masuk dalam HGU Perusahaan.

Yang menjadi menarik melalui klarifikasi pihak Perusahaan dimedia dan dibeberapa dokumentasi Video yang telah menyebar dipublik berkenaan dengan kejadian ini adalah, adanya dugaan oknum yang mengaku wartawan menggunakan antribut (Baju) yang bertuliskan Uji Kompetensi Wartawan lengkap dengan Kartu Tanda Pengenal (KTA) sebagai wartawan salah satu Media Online yang tergantung di lehernya.

Menurut salah seorang sumber yang berada dilokasi saat kejadian dan hasil klarifikasi pihak Perusahaan dimedia, saat aksi terjadi, awalnya oknum ini layaknya seperti wartawan biasa, melakukan liputan dengan mengambil gambar dan wawancara, namun selang beberapa waktu tiba-tiba oknum ini mulai melakukan propokasi-propokasi terhadap warga, memberi perintah untuk memaksa warga membuka portal, yang mengakibatkan tangan salah seorang security Perusahaan terluka, melakukan pressure dan intimidasi terhadap security dan Manager Perusahaan, melarang kelompok warga ini untuk meninggalkan barang bukti berupa TBS yang terindikasi adalah hasil dari pencurian milik Perusahaan (Lengkapnya bisa dilihat dari beberapa video yang beredar).

Menanggapi hal ini, Ketua umum Asosiasi Media Bengkulu online (AMBO) Aurego Jaya, SE mengatakan,” kami sudah melihat video yang beredar, dan kami sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi terhadap oknum wartawan tersebut, sebagai wartawan kita merasa malu terhadap publik, mana pakai baju UKW lagi, ini layak kita pertanyakan Kompetensi dan independensinya, wartawan tidak dilarang membantu Masyarakat atau siapapun, bahkan seorang jurnalis itu dituntut jiwa kemanusiaannya yang tinggi terhadap persoalan publik, tapi dengan cara wartawan, bukan justru menjadi eksekutor koordinator aksi dilapangan.

Tambah Aurego, Kita berharap, kita wartawan hadir sebagai relasi semua komponen dengan memberikan informasi yang tepat, jelas dan berimbang ditengah Masyarakat, sehingga berita yang kita hadirkan tidak menyesatkan publik, kita belum tau oknum wartawan ini bernaung dibawah Media mana, dan bergabung di Organisasi Media mana, untuk kawan-kawan Organisasi Media yang merasa oknum ini adalah Anggotanya, kami hanya menyarankan untuk bisa melakukan pembinaan kembali dan teguran keras atas aktifitasnya ini, sebab ini akan berdampak pada marwah wartawan secara keseluruhannya,” Tutup Aurego.

By Redaksi: KP-BO-Swaraproletar.id-@merah merdeka

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here