Begini kata Akademisi “Soal Ikrar Pernyataan Sikap” puluhan Ormas untuk Basyar

0
260

Wawancara Eksklusif

SP-Palembang-Kegiatan Ikrar Pernyataan Sikap oleh puluhan Ormas Kota Palembang yang bertajuk “Menuju Palembang Baru 2024” yang dilakukan di Ballroom Grand Daira Hotel Kota Palembang Rabu (30/11) yang difasilitasi oleh Lembaga Koalisi Proletariat Independent (LemKoPI) Nusantara untuk mendukung dan mendorong Basyarudin Akhmad maju dalam perhelatan Akbar Pilwako 2024 dihadiri oleh sejumlah Tokoh Masyarakat dan Akademisi.

 

Terlihat saat sesi penyampaian Orasi politik, tampak Mansyur Husein tenaga pengajar diberbagai Universitas di Indonesia, yang juga adalah Politisi asal partai Demokrat Sumatera Selatan ini dengan lantang memberikan beberapa pokok fikiran berkenaan dengan kebijakan, nilai kerja Pemerintahan Kota, hingga solusi yang ia paparkan secara konstruktif dihadapan lebih dari 200 ormas yang hadir dalam kegiatan ini.

Saat diwawancarai secara eksklusif usai kegiatan M-H demikian ia akrab dipanggil mengatakan,

“  Ada banyak catatan kalau hari ini kita berbicara soal Kota ini, Kota ini adalah kota tertua namun miris kita tak punya bukti kota tua dikota ini, Publik mungkin terkejut ketika dalam ruang diskusi dipertanyakan, adakah hari ini kita punya Kantor Wali Kota?, belum lagi kalau kita ulas sedemikian diteil dan semakin dalam, katakanlah soal banjir, soal sampah, soal infrastruktur, soal tata Kelola kota, soal kebijakan Pemkot, hingga menyoalkan urusan pemberdayaan untuk Masyarakat kelas menengah hingga kelas bawah yang secara kasat mata terpampang jelas hari ini, mereka hidup digang-gang sempit, dipelataran sungai, tinggal diwilayah padat penduduk, apa lagi ketika kita berjalan menelusuri rusunawa disana bercampur baur segala persoalan yang sangat klasik, dari mulai Masyarakat miskin, transaksi narkoba, perempuan-perempuan malam, sampah-sampah yang berserakan ini adalah bagian dari tontonan kita ketika kita ada disana, mirisnya lokasi ini berada ditengah kota, pertanyaan nya mengapa ini bisa terjadi? Dan sampai kapan benang kusut ini bisa Kembali terurai seperti Palembang yang asri, Makmur dan sejahtera seperti tempo dulu”,

 

Tambah Mansyur, Hari ini sudah saatnya kita menggapai impian itu untuk menjadikan Kota Palembang ini benar-benar tersulap menjadi kota tua yang minimalis dan modern yang patut kita banggakan, kita punya banyak destinasi wisata yang harus dijaga dan diberdaya, kita punya central kuliner dengan rasa khas kita sendiri yang harus kita lestarikan dan pemberdayaan terhadap pelaku usahanya, kita butuh rancangan pembangunan infrastruktur yang memadai sebagai penopang dan tolak ukur kemajuan Kota ini, kita butuh anggaran dari instrument lain yang tidak selalu tergantung dari PAD Daerah semata, link dan jaringan itu adalah salah satu syarat penentu seorang kepala daerah itu hebat, 

 

Kepala Daerah itu harus ikhlas dalam setiap kerjanya, ia harus mampu untuk “bekerja dengan hati”, dan menurut penilaian kami, yang kami nilai dari setiap sudut pandang, hari ini kita butuh seorang Visioner, Pemikir dan pekerja, Konseptor dan sekaligus eksekutor kalau kita mau melihat impian dan harapan kita Palembang ini berubah lebih baik, dan diantara sekian yang muncul untuk berkompetisi dalam Pilkada 2024 mendatang ini, menurut kami Basyarudin Akhmad adalah satu-satunya yang memiliki potensi untuk mampu menghantarkan kita menggapai impian dan harapan itu, kami yakin dalam dirinya, pekerjaan rumah dan benang kusut yang terjadi hari ini akan terajut kembali seperti semula, Kembali saya tegaskan, sudah saatnya kita anak negeri satu barisan untuk Basyarudin menuju Palembang baru,” Tutup Masyur.

 

Pewarta    : RN

Editor        : Ct80

 

Artikulli paraprakDesa DARMO terindikasi rugikan Negara lebih 15 Milyar
Artikulli tjetërSharing Session Inovasi dan Teknologi dalam mendukung Infrastuktur

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini