Sore, 2 Jam bersama sang Visioner

0
266

 

 

Oleh: Arianto Amiruddin Poetra

Direktur Eksekutif LKPI

(Lembaga Koalisi Proletariat Independent)

 

SP.Nasional…Sore itu begitu cerah, gemercik air, sambaran nirwana dalam sebuah akurium besar tepat disamping ku duduk menambah indah suasana menuju senja itu, sepuluh menit mungkin ada, aku menunggu sambil memandang sekeliling pekarangan kediaman ini yang tampak biasa saja, namun asri, bersih dan tertata yang seakan membuat mata tak bosan untuk menikmati keasriannya lebih lama.

 

Tak lama berselang, hadir seorang pria dengan senyum simpul berkain sarung, sepertinya ia baru selesai menunaikan kewajibannya terlihat jelas bekas wudhu masih belum kering dikeningnya, ia menujuku, mengulurkan tanggannya, kupikir ia akan memperkenalkan dirinya, namun sebaliknya ia menyebut namaku “ Ari ya” spontan kubalas “ia”, dan kemudian baru ia menyebut Namanya,”Basyar”.

 

Aku tak begitu kaget, karna sebelumnya aku memang sudah kenal siapa dia, bertemu dan berbicang aku memang baru kali ini dengannya, namun melihatnya tampil diberbagai kuliah umum, seminar, workshop dan diberbagai kegiatan diskusi aku sering, selain itu aku kenal dia ketika pada Desember akhir 2020 yang lalu aku ikut dalam kegiatan diskusi disalah satu universitas Bengkulu dengan tema “Mencari sosok pekerja pembantu pak Wali”, salah satu pematerinya adalah seorang Tokoh muda HMI, yang aktif diberbagai Lembaga sosial dan Pemerhati kebijakan Pemerintah, dalam materinya hampir semua yang ia sampaikan adalah tentang seorang sosok Penjabat visioner di Propinsi Sumatera Selatan, ia kupas habis konsep, cara kerja, keiklasannya, hasil kerja sosok tersebut hingga tuntas dan yang sangat menarik bagi saya dalam penyampaian sang Nara sumber muda ini tentang sosok itu adalah, ia tidak dikenal oleh Publik, namun buah karyanya sangat luar biasa dan dikenal hingga manca negara, inilah awalnya aku bermimpi, kapan aku bisa bertemu dengannya, Dan hari itu, 29 April 2022 waktu dan impian itu telah membawaku untuk dipertemukan dengannya.

Aku membenarkan dudukku yang semula terlihat tak sopan, ia duduk tepat didepanku, ia mempersilahkan ku minum dengan air yang sudah ada sejak tadi memang telah disiapkan sebelum ia datang, ia mulai membuka pembicaraan tentang kabarku dan bagaimana aktifitas liputanku hari itu, kebetulan hari itu pagi sebelum bertemu dengannya aku sengaja mewawancarai seorang tokoh Agama yang juga adalah Politisi dari salah satu Partai besar, wawancaraku memang sengaja membahas seputar pemimpin masa depan kota ini, untuk mengisi Kolom “Kata para tokoh” di halaman depan mediaku, dan itulah yang aku ceritakan untuk menjawab pertanyaan nya tentang aktifitas ku hari itu.

 

Kami semakin akrab, tak terasa waktu terus berjalan, Dua jam tepat kami sudahi pertemuan itu, kalaulah tak diingatkan oleh suara toa masjid dilanggar sebelah ingin rasanya berlama-lama berbincang dengannya tentang Pemimpin dan Kota tercinta ini, dan inilah hasil merangkai kata dari dua Jam bercengkrama, pemaparan konsep yang penuh logika dengan sosok impian yang ku sebut sang Visioner dan Sang Hidden Figur itu: 

 

Sosok itu adalah Ir. Basyarudin Akhmad, M.Sc Lahir DiPalembang 04 Agustus 1970, Pria yang kini menjabat Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Sumatera Selatan ini adalah Alumni Program Magister di Institute for Water Education (IHE) Delft dan di Institute for Housing and Urban Development Studies (IHS), Rotterdam, Belanda ini merupakan tokoh berpengalaman di bidang pembangunan infrastruktur di Sumatera Selatan

Suksesor sekaligus konseptor Asian Games 2018 di Kota Palembang ini, Adalah berperan penting ketika Kota Palembang ditunjuk sebagai Tuan Rumah Asian Games tahun 2018 mendampingi DKI Jakarta, ia  ditunjuk sebagai Direktur Venue Asian Games 2018 Cluster Palembang dan Ketua Satgas Infrastruktur Asian Games 2018 Cluster Palembang, ia dipercaya untuk mempersiapkan seluruh pembangunan venue hingga infrastruktur pendukung lainnya, artinya saat itu dia adalah sosok penentu sukses dan tidaknya gelaran Asian Games 2018 dikota Palembang saat itu. 

Ketika itu, Kota Palembang seperti kota yang sedang diobrak-abrik berantakan oleh pembangunan dampak dari gelaran internasional tersebut. Mulai dari Pembangunan Light Rail Transite (LRT) hingga pembangunan venue-venue yang dikejar target oleh Pemerintah Pusat harus selesai tepat waktu.

 

Ketegasan dan gagasan-gagasannya, dalam mempersiapkan dan menerjemahkan tugas dari Gubernur Sumsel kala itu menjadi kunci sehingga perhelatan olahraga negara-negara Asia tersebut berjalan sukses. Karena itu, Alumni Teknik Sipil Universitas Sriwijaya ini hingga kini masih dipercaya untuk mengurusi komplek olahraga ini sebagai Komisaris Utama PT Jakabaring Sport City Palembang, perusahaan pengelola kawasan komplek venue atlet di Palembang.

 

Pria berkacamata ini bercerita ketika mempersiapkan perhelatan Asian Games tahun 2018, dia ditugaskan oleh gubernur untuk mempersiapkan even tersebut mulai persiapan lahan, infrastruktur sarana olahraga, penataan fasilitasnya, bahkan desain serta lainnya.

 

“Ibarat kata ini sebuah kemustahilan karena harus diselesaikan dalam waktu singkat kurang dari 2 tahun dan harus beres,” terang pria yang mengawali karir sebagai ASN di Provinsi Lampung ini. 

 

Gagasannya sebagai birokrat telah berhasil menata JSC menjadi kawasan atlet yang indah dan megah yang kini menjadi ikon baru Kota Palembang dan terus berfungsi membawa nama baik bangsa Indonesia dalam berbagai event olahraga baik berskala nasional maupun internasional.

 

Yang paling menarik, dari pria yang hobi gowes ini, membangun venue yang tadinya dianggap tidak memungkinkan tetapi ternyata bisa selesai. Venue tersebut adalah Venue Bowling yang megah dan berstandar Internasional. Bahkan, venue ini bukan hanya digunakan pada saat Asian Games tetapi sering digunakan untuk kejuaraan Bowling dunia. 

Yang paling fenomenalnya venue tersebut dibangun tanpa menggunakan APBD ataupun APBN tetapi melibat pihak ke-3 dengan menghabiskan anggaran tidak sedikit sekitar Rp 68 miliar dari Sinar Mas Rp 25 miliar dan Pertamina Rp 43 miliar.

 

“Dengan jerih payah dan bergerilya dengan pihak ke-3 akhirnya dapat menyelesaikan venue bowling ini,” terangnya sambil menceritakan pengalamannya.

 

Kemudian, pria ini juga ikut menyukseskan berbagai proyek prestisius di Palembang selain JSC, mulai dari Tol Palembang-Indralaya, Tol Kayuagung – Palembang -Betung, jembatan Musi VI hingga Light Rail Transit (LRT) Palembang. Sosok Basyaruddin bukan hanya penyumbang gagasan tetapi juga sosok pekerja keras yang turun langsung ke lapangan untuk menyelesaikan tanggung jawab. 

 

Yang paling fenomenal dari gagasannya ketika mempersiapkan Asian Games yakni menempatkan jalur LRT di median jalan agar tidak banyak melakukan pembebasan lahan.

 

Jika tidak dipindahkan, mungkin LRT pertama di Indonesia ini belum selesai sampai perhelatan olahraga terbesar digelar,”ujar pria yang pernah menjabat Kepala Bappeda Provinsi Sumsel ini.

 

Disamping itu juga, dia yang punya gagasan mengubah trase jalur LRT ke jalur gemuk melalui Jalan Demang Lebar Daun menuju Palembang Icon dengan harapan jalur ini dapat mendukung keberlanjutan LRT di masa depan karena banyak kegiatan ekonomi di jalur ini.

 

“Bahkan saya merencanakan kedepan stasiun LRT Bumi Sriwijaya bisa menjadi City Check in sehingga dapat mengurangi kemacetan kearah Bandara karena masyarakat dapat langsung Check In dan menuju bandara melalui LRT,” ungkapnya.

 

Karakternya yang tegas, tenang, dan visioner ini membuat ia disukai oleh berbagai kalangan untuk mengemban tugas-tugas berat bangsa termasuk kini sebagai Kepala Dinas Perkim Pemprov Sumsel.

 

Terbaru, dibalik kemegahan Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) dengan nuansa warna baru merah putih, ternyata ada sentuhan tangan dingin Basyarudin Akhmad yang berhasil mengubah wajah baru markas Sriwijaya FC ini setara dengan Studion Gelora Bung Karno untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun depan di Kota Palembang.

 

Selain itu, sebagai Kepala Dinas Perkim Sumsel banyak sekali melakukan terobosan untuk memperbaiki kawasan kumuh di Sumatera Selatan terutama Kota Palembang. Terobosan dalam melakukan perbaikan dan penataan jalan lingkungan, drainase, rumah tidak layak huni dan ruang publik mampu mengurangi kawasan kumuh di Kota Palembang terutama dalam mendukung sektor pariwisata Kota Palembang.

 

Wajah Baru Palembang 2024?

 

Kiprah dan sepak terjangnya sebagai birokrat yang ikut andil dan berhasil membawa nama besar Kota Palembang dilevel nasional dan internasional tidak heran jika sosoknya digadang-gadang bakal maju di Pilwako Palembang 2024 mendatang ini. Pria yang dekat dengan komunitas-komunitas ini menjawab diplomatis ditanya soal rencana di Pilwako Palembang dan menyatakan masih tetap fokus dalam tanggung jawabnya saat ini di Dinas Perkim Sumsel.

 

Namun Ia berpikir, jika takdir menghantarkannya untuk maju, ia bermimpi Palembang harus punya konsep. Sebagai Ibukota Sumatera Selatan, Kota Palembang adalah wajah Sumsel. Jika Kota Palembang dilihat baik maka Sumatera Selatan akan dikenal baik. Palembang merupakan cerminan bagi masyarakat luar.

 

Bagi saya Palembang harus punya konsep kota yang maju, mandiri, dan unggul, dapat mensejahterakan masyarakatnya, ramah-tamah dan humanis,”ujarnya.

 

Konsep tersebut pada intinya mau dibawa kemana Kota Palembang dalam 5 tahun kedepan jika nantinya bakal maju dalam Pilwako Palembang 2024. “Jelas saya punya konsep seperti halnya konsep pembangunan JSC. Dalam menjalankan konsep tentu tidak sendiri, kan tidak mungkin menjalankan konsep hanya bergantung pada APBD,”ungkap Alumni SMA Yaktapena 1 Palembang ini.

 

Menurutnya ada beberapa masalah yang urgen di Kota Palembang yang segera perlu dibenahi secepatnya seperti masalah banjir, ketersediaan air bersih, sampah yang masih berserakan, kawasan kumuh, dan jalan kota belum yang belum layak hingga penataan kawasan wisata kota lama.

 

“Sebagai kota tertua di Indonesia, harusnya konsep kata lama kota Palembang harus menjadi prioritas untuk diperbaiki sebagai wajah kota bersejarah dan menjadi destinasi wisata,”terang Basyar.

 

Sebagai sosok yang tegas dan penuh gagasan ini, sejumlah kalangan menilai, ia menjadi sosok wajah baru yang dinilai layak maju pada Pilwako Palembang 2024 mendatang. Baru-baru ini dalam jajak pendapat salah satu lembaga kajian dan survei terhadap 200 pengguna media sosial yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Palembang, namanya masuk 5 besar sebagai tokoh yang dinilai layak maju Pilwako akan datang.

 

Menanggapi hal ini, mantan Kepala Dinas PU Cipta Karya Sumsel ini menilai wajar dialam demokrasi saat ini masuk di bursa calon Walikota Palembang.

 

Saat ini yang kita fokuskan adalah bagaimana kita ini bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak, dan menjawab permasalahan masyarakat sesuai dengan tugas dan wewenangnya,”ucapnya.

 

Berdasarkan data yang dihimpun dari Lembaga Kajian Opini Publik Rumah Citra Indonesia (RCI)  tidak banyak perubahan permasalahan Kota Palembang saat ini jika dibandingkan 2018 lalu. Permasalahan tersebut yakni jalan lingkungan rusak, banjir dan kawasan kumuh, sampah, pengangguran dan layanan air bersih.

 

Bagaimana tanggapannya melihat hasil Voling, survey dan tanggapan positif Publik untuk memintanya maju pada Pilkada Mendatang? 

 

“Sebenarnya, bukan Jabatan wali Kota menjadi tujuan utama saya, namun ada hal lain semacam dorongan besar yang muncul dari nurani yang terdalam untuk tidak bisa tinggal diam dalam melawan keterbatasan kemampuan, ini berhubungan dengan kewenangan dan kebijakan, dulu saya fokus bekerja siang dan malam, bekerja maksimal dengan harapan buah fikiran saya akan bermanfaat untuk Propinsi dan Kota ini agar bisa berubah dan terlihat lebih baik itu sudah cukup, seiring waktu pola berfikir saya semakin jauh melihat sudut-sudut sisi yang terjadi, dari sinilah jiwa saya mulai menuntut kewajiban yang lebih besar yang harus saya lakukan untuk kota kelahiran saya ini, sebuah konsep yang bagus, sebuah rancangan yang luar biasa, dan sebuah harapan yang begitu besar ketika ini tidak mampu dan tidak bisa diimplementasi ia akan bernilai Nol, belum lagi saya mendengar rintihan penuh harap yang datang dari akar rumput dan harapan besar para tokoh Masyarakat yang menghendaki saya untuk berjuang digaris terdepan dalam menentukan nasib Kota ini, dua hal inilah yang menguatkan saya bersama-sama dengan kawan-kawan seperjuangan hari ini untuk menggapai Palembang Baru itu,” tutup Basyar.

pewarta: RN

Artikulli paraprakHadiri persiapan HDI dan HKSN, CSR, DPD PJS dan Dinsos Sumsel bersinergi
Artikulli tjetërKementerian PUPR, Forum CSR Indonesia dan beberapa Stakeholder lakukan Kerjasama tangani kawasan kumuh dan Kemiskinan Ekstrem.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini